Sakit Perut Setelah Makan, Apa Yang Terjadi?

DokterSehat.Com – Jika kita mengalami sakit perut setelah makan, kebanyakan dari kita akan langsung berpikir bahwa kita memakan makanan yang salah atau justru mengkonsumsi terlalu banyak makanan. Biasanya, makanan yang bersifat pedas memang bisa memberikan efek nyeri pada perut dengan cepat setelah dikonsumsi. Sayangnya, sakit perut yang terjadi setelah kita makan ini juga bisa menjadi penanda adanya gangguan pada organ-organ di dalam tubuh, khususnya yang berkaitan dengan saluran pencernaan. Berikut adalah beberapa penyebab munculnya sakit perut setelah kita makan.

doktersehat-burger-junk-food-kanker

Organ pankreas bisa mengalami gangguan yang membuat rasa sakit muncul sesaat setelah kita makan. Pankreas sendiri adalah sebuah organ yang ikut membantu pencernaan makanan. Peradangan pada pankeras membuat enzim-enzim pencernaan yang berasal dari pankreas justru merusak jaringan saluran pencernaan yang terdapat sebelum usus kecil. Kerusakan jaringan inilah yang memicu rasa sakit yang biasanya berada di bagian perut atas. Selain pankreas, usus kecil juga bisa mengalami sumbatan atau yang disebut sebagai obstruksi. Sumbatan ini seringkali berupa usus yang lengket atau bahkan adanya tumor pada usus. Karena tersumbat, makanan pun akan cenderung menumpuk dan tertahan di saluran pencernaan dan menyebabkan perut kram. Biasanya, obstruksi usus akan menyebabkan tinja menjadi lebih berair.

Masalah usus buntu bisa menyebabkan rasa sakit yang hebat setelah kita makan. Bagaimana tidak, usus buntu yang meradang bisa menyebabkan perut kanan bawah terasa sangat sakit dan pada akhirnya membuat sistem kekebalan tubuh menurun drastis. Selain itu, penyakit batu empedu yang terjadi di dalam kantung empedu atau darang pada panggul pada kaum wanita juga bisa menyebabkan rasa sakit pada perut setelah makan.

Baca Juga:  ASI ekslusif untuk masa depan yang lebih cerah

Tubuh yang mengalami intoleransi laktosa juga cenderung bisa membuat perut sakit setelah makan, khususnya jika kita mengkonsumsi produk susu. Intoleransi laktosa sendiri adalah kondisi dimana tubuh tidak mampu mencerna laktosa yang pada akhirnya bisa memicu rasa sakit dan pembengkakan. Selain itu, jika organ pencernaan usus besar mengalami masalah divertikulitis, yakni kondisi dimana tinja terjebak pada sebuah kantong di luar usus besar, maka perut pun bisa mengalami kram dan nyeri pada bagian kiri bawah.