Sabun Antibakteri Tidak Aman Digunakan?

DokterSehat.Com – Ketika Anda membeli sabun atau body wash, apakah Anda meraih bar atau botol yang berlabel antibakteri? Apakah Anda berpikir bahwa produk ini, selain untuk menjaga Anda bersih, juga akan mengurangi risiko anda terjangkit penyakit atau kuman?



FDA menyatakan bahwa bahan aktif di dalam produk sabun anti-bakteri seperti triclosan dan triclocarban berisiko mengganggu kesehatan. Bahan-bahan aktif itu dapat meningkatkan resistensi bakteri dan mempengaruhi hormon.

Triclosan biasanya terdapat dalam sabun antibakteri cair, sementara triclocarban biasa digunakan dalam sabun batangan.

Seharusnya ada petunjuk keuntungan apa yang didapat dari penggunaan sabun antibakteri untuk mengimbangi potensi risiko yang ada. Sebab, konsumen terpapar bahan-bahan di dalam sabun itu, kata Dr. Janet Woodcock, direktur Pusat Riset dan Evaluasi Obat FDA.

Negara anggota Uni Eropa pernah melarang penggunaan triclosan dalam produk rumah tangga pada periode 2000-2010. Kini penggunaan triclosan di Eropa diatur ketat dan dianggap sebagai bahan pengawet kosmetik.

Kanada juga mengatur ketat penggunaan triclosan setelah pada 2009 Asosiasi Kesehatan Kanada meminta pemerintahnya agar melarang penggunaan triclosan dalam produk-produk rumah tangga.

FDA memasang proposal aturan permintaan pembuktian keamanan sabun antibakteri di ranah publik selama 180 hari. Setelah aturan disahkan, produsen yang tidak mampu membuktikan klaim mereka dengan data harus segera membuat formula baru dan mencabut bahan antibakteri dari produk mereka. Pilihan lainnya, produsen tersebut harus mencabut klaim tentang antibakteri dari produk mereka.

Beberapa produk sabun antibakteri populer sudah didistribusikan luas, termasuk dari produsen Colgate Palmolive, Galderma Laboratories, dan Henkel AG. Paul Fox, juru bicara perusahaan Procter & Gamble Co yang memproduksi sabun antibakteri Safeguard, menolak memberikan komentar tentang aturan baru FDA.

Baca Juga:  Waspada Penyakit Lepra (Hansen)

American Cleaning Institute, organisasi yang menaungi industri dan perdagangan produk pembersih, mengaku bingung dengan pernyataan FDA tentang tak adanya bukti dari sabun antibakteri.

Ulasan lebih dari dua lusin studi yang menganalisis keefektifan sabun antibakteri menunjukkan mencuci tangan dengan produk ini bisa menurunkan jumlah bakteri di kulit ketimbang memakai sabun biasa, tulis lembaga ini dalam pernyataan bersama.

Meski tak paham dengan tindakan FDA, lembaga ini menyatakan akan memberikan keterangan lanjutan bahwa penggunaan produk sabun antibakteri tidak akan mempengaruhi resistensi bakteri dari kekebalan tubuh serta antibiotik.