Saat Hamil, Lakukan Kebiasaan Ini Agar Perkembangan Otak Janin Tetap Terjaga

DokterSehat.Com – Pakar kesehatan menyebutkan jika asalkan melakukan kebiasaan-kebiasaan positif, maka kondisi kesehatan ibu hamil dan kandungannya akan tetap terjaga dengan baik. Bahkan, ada beberapa kebiasaan positif yang diyakini akan mendukung perkembangan otak janin semakin maksimal. Apa sajakah kebiasaan-kebiasaan tersebut?

doktersehat-kehamilan-hamil

Sentuhan
Saat usia kehamilan mencapai 8 minggu, bayi di dalam kandungan sudah cukup sensitif pada sentuhan pada perut ibunya. Saat usia kehamilan bertambah dan bayi sudah menggerak-gerakkan tangan dan kakinya, cobalah untuk menyentuh balik atau setidaknya kerap mengelus perut bayi. Hal ini ternyata bisa menstimulasi respons bayi dan akan membantu perkembangan otaknya. Selain akan membuat bayi menendang balik, sentuhan ini ternyata mampu membuat bayi merasa lebih rileks dan tenteram, serta membuat detak jantungnya membaik.

Musik
Pakar kesehatan menyebutkan jika andai ibu hamil kerap mendengarkan musik yang menyenangkan dan santai, maka bayi di dalam kandungan juga akan ikut merasa bahagia dan lebih tenang. Hal ini juga akan berimbas positif bagi perkembangan kemampuan berbahasanya.

Berjemur sinar matahari
Ibu hamil memang sebaiknya menyempatkan waktu setidaknya 20 menit untuk menikmati hangatnya sinar matahari pagi. Kebiasaan baik ini akan membantu peningkatan kekuatan sistem kekebalan tubuh dan perkembangan tulang. Selain itu, vitamin D dari sinar matahari ini juga mampu mendukung perkembangan otak janin.

Membaca buku
Ibu hamil yang kerap membaca buku, atau bahkan mau mencoba tes kemampuan otak layaknya mengisi teka-tekis ilang, ternyata akan membantunya memproduksi berbagai hormon baik yang akan mendukung kecerdasan otak janin.

Berpikir positif
Ibu hamil yang terus berpikir positif dan melakukan berbagai hal dengan tenang cenderung memiliki bayi yang memiliki perkembangan otak jauh lebih baik jika dibandingkan dengan ibu hamil yang kerap berpikir negatif, terkena stress, atau bahkan terkena depresi.