Rutin Berolahraga Bisa Menurunkan Efek Buruk Kebiasaan Merokok?

DokterSehat.Com– Rokok telah menjadi hal yang sangat erat bagi kehidupan sehari-hari masyarakat Indonesia. Bagi kaum pria, baik itu yang masih berusia remaja hingga yang sudah tua, rokok seakan-akan menjadi hal yang wajib ada saat mereka sedang berkumpul. Padahal, sudah menjadi rahasia umum jika rokok sangatlah berbahaya bagi kesehatan.

doktersehat-rokok-mudah-sakit-resiko-jantung-stroke

Tak hanya karena faktor iklan rokok yang sangat gencar memenuhi media-media dan ruang publik, banyak orang yang menganggap dampak buruk rokok bagi kesehatan bisa diatasi hanya dengan melakukan olahraga rokok. Asalkan rutin melakukan olahraga, maka tubuh akan bisa tetap sehat dan terhindar dari berbagai masalah kesehatan yang disebabkan oleh kebiasaan rokok. Apakah hal ini benar adanya?

Pakar kesehatan dr. Feni Fitriani Taufik, SpP(K) menyebutkan bahwa anggapan ini ternyata tidak benar adanya. Menurut beliau, fungsi paru-paru hanya akan bisa terus optimal hingga usia 20 hingga 25 tahun. Setelah usia tersebut, fungsi paru-paru cenderung semakin melemah seiring dengan bertambahnya usia. Sebuah penelitian bahkan menyebutkan bahwa penurunan fungsi paru-paru ini mencapai 20 hingga 30 mililiter setiap tahunnya.

Jika kita melakukan kebiasaan merokok, penurunan daya tampung paru-paru bahkan bisa bertambah menjadi 80 mililiter per tahun. Memang, para perokok yang masih berusia muda masih terlihat gagah, sehat, dan kuat, namun, andaipun mereka rutin berolahraga, efek buruk dari kandungan rokok sama sekali tidak bisa hilang dan tetap menggerogoti kesehatan mereka.

Dr. Feni menyebutkan bahwa di dalam sebatang rokok saja kita sudah bisa menemukan sekitar 4 ribu kandungan zat berbahaya. Banyak dari kandungan ini yang bersifat menempel pada bagian dalam paru-paru dan akhirnya memicu berbagai masalah kesehatan yang serius meskipun kita tetap berolahraga. Dalam beberapa kasus, beberapa atlet olahraga bahkan harus pensiun dini dari karirnya akibat dari tubuh yang sudah tidak lagi mampu kompetitif akibat dari kebiasaan merokok.