Rubella (2) – Bahaya untuk Janin, Penanganan, dan Pencegahan

DokterSehat.Com Mengapa rubella bisa berbahaya jika Anda sedang hamil?



Beberapa wanita hamil akan memiliki kekebalan terhadap rubella, baik dari yang telah memiliki penyakit di masa lalu atau dari yang divaksinasi. Namun, jika seorang wanita hamil yang tidak memiliki kekebalan terhadap virus, dia bisa menularkannya kepada anaknya yang belum lahir.

Virus ini dapat menyebabkan sejumlah cacat lahir yang dikenal sebagai sindrom rubella bawaan (Congenital Rubella Syndrom/CRS). Cacat lahir ini termasuk cacat mental, katarak, tuli, ketidaknormalan jantung (penyakit jantung kongenital) dan pertumbuhan janin lebih lambat dari janin normal.

Risiko bayi yang terkena CRS dan keparahan dari cacat lahir tergantung di usia kehamilan ketika ibu terkena rubella.

  • Jika ibu terkena infeksi rubella ketika usia kehamilan menginjak 11 minggu, risiko CRS adalah sebesar 90%
  • Jika ibu terkena infeksi rubella ketika usia kehamilan antara minggu ke 11–16, risiko CRS adalah sebesar 10-20%
  • Jika ibu terkena infeksi rubella ketika usia kehamilan antara minggu ke 16-20, risiko CRS minimal yaitu tuli
  • Jika ibu terkena infeksi rubella ketika usia kehamilan di atas minggu ke-20, tidak ada peningkatan risiko CRS

Wanita hamil harus berkonsultasi dengan dokter jika mengalami rubella atau jika telah berada bersama dengan seseorang yang mengalami rubella selama minimal 15 menit. Tes dapat dilakukan jika Anda belum diimunisasi terhadap rubella dan Anda mungkin akan dirujuk ke dokter spesialis kandungan untuk pemeriksaan lebih lanjut untuk memeriksa apakah bayi mengalami CRS. USG dan amniosintesis mungkin dapat menentukan jenis dan tingkat cacat lahir.

Pasien dapat ditawarkan konseling sehingga mereka dapat membuat keputusan tentang apakah akan melanjutkan dengan kehamilan dalam kasus di mana cacat lahir sudah dikonfirmasi.

Baca Juga:  Gangguan Kepribadian Ambang - Gejala dan Perawatan

Bagaimana penanganan rubella?
Kasus rubella biasanya ringan dan tidak ada pengobatan khusus untuk kondisi tersebut.

Gejala biasanya reda dalam waktu 7–10 hari dan tidak perlu mengobati ruamnya karena akan menghilang seiring berjalannya waktu.

Parasetamol atau ibuprofen dapat digunakan untuk mengurangi demam dan meringankan rasa sakit dan nyeri. Parasetamol atau ibuprofen diberikan sesuai usia dan aman digunakan untuk anak-anak.

Pasien juga perlu minum banyak cairan.

Bagaimana pencegahan rubella?
Cara yang paling efektif untuk mencegah rubella harus diimunisasi dengan campak, gondok dan rubella (MMR).

Vaksin MMR diberikan kepada anak-anak sebagai bagian dari program vaksinasi rutin. Dosis pertama diberikan pada sekitar 12-13 bulan dan dosis kedua sebelum mereka mulai sekolah, biasanya antara tiga sampai lima tahun.

Wanita yang berencana untuk memiliki bayi dapat meminta dokter mereka untuk dilakukan tes kekebalan rubella. Mereka yang tidak memiliki atau sedikit memiliki antibodi rubella akan ditawarkan vaksin MMR. Vaksin ini dapat diberikan setiap saat hingga satu bulan sebelum mendapatkan kehamilan. NHS mengatakan bahwa ibu menyusui aman untuk mendapatkan vaksin MMR.

Jika Anda berpikir imunisasi dalam diri Anda tidak lengkap, dan Anda berisiko mendapatkan virus rubella, dan Anda dapat meminta vaksin MMR setiap saat. Vaksin tunggal untuk melindungi rubella tidak lagi tersedia. MMR adalah paket vaksinasi yang memberikan untuk gondong, campak, dan rubella (3 dalam 1).