Rokok Elektrik Juga Bisa Memicu Kerusakan Pada Gigi

DokterSehat.Com -Belakangan ini rokok elektrik seakan-akan menjadi gaya hidup baru yang sangat disukai oleh banyak kaum muda. Banyak anak muda yang menyukainya karena mereka bisa menikmati sensasi menghirup asap rokok namun tidak terlalu khawatir akan dampak negatif layaknya yang bisa didapatkan rokok konvensional. Sayangnya, pakar kesehatan menyebutkan jika rokok elektrik sendiri bisa memberikan berbagai dampak buruk bagi kesehatan tubuh. Salah satu dampak buruk tersebut adalah pada kesehatan gigi dan gusi kita.

doktersehat-vaping-rokok-elektronik

Pakar kesehatan Irfan Rahman yang merupakan profesor yang berasal dari University of Rochester School of Medicine and Densitry di Amerika Serikat menyebutkan jika dari hasil penelitian, uap dari asap rokok eletrik ini bisa membuat mulut kita mengeluarkan sejenis protein anti peradangan. Sayangnya, hal ini ternyata bisa memicu stress pada sel-sel bagian mulut dan pada akhirnya memicu berbagai masalah kesehatan gigi dan mulut.

Sebagai informasi, sebagian besar rokok elektrik terdiri dari komponen pemanas, cartridge sebagai penyimpan cairan yang biasanya memiliki kandungan nikotin, perisa, hingga berbagai senyawa kimia lainnya, serta baterai. Rokok ini akan bekerja dengan cara memanaskan cairan tersebut sehingga menjadi uap yang dinikmati oleh para penggunanya.

Jika kebanyakan penelitian yang dilakukan pada rokok elektrik mencari tahu dampak kesehatan pada saluran pernafasan mengingat penggunanya menghirup uap dari cairan rokok elektrik dalam jumlah yang cukup banyak, maka penelitian terbaru justru mendapati bahwa kebiasaan menggunakan rokok elektrik ini bisa mempengaruhi masalah gusi dan gigi. Sebagai contoh, sebuah penelitian yang dilakukan oleh Fawad Javed menyebutkan jika perisa pada cairan rokok elektrik ini ternyata memicu kerusakan sel pada mulut yang cukup parah. Selain itu, adanya kandungan nikotin pada cairan rokok elektrik ini juga akan memicu berbagai penyakit gusi yang cukup parah sebagaimana yang kerap terjadi pada pecandu rokok konvensional.