Risiko Preeklampsia Ibu Hamil Bisa Dicegah dengan Probiotik

DokterSehat.com – Preeklampsia menduduki peringkat kedua penyebab kematian ibu melahirkan diIndonesia. Dan salah satu faktor risiko terjadinya preeklampsia adalah jarang terpapar sperma.Preeklampsia atau toksemia adalah penyakit tekanan darah tinggi (hipertensi) pada kehamilan yang disertai adanya protein di urine setelah kehamilan 20 minggu (5 bulan). Preeklampsia yang disertai kejang disebut eklampsia.



Preeklampsia adalah salah satu komplikasi saat hamil yang bisa berbahaya bagi ibu dan juga janin. Tapi komplikasi kehamilan ini bisa dicegah dengan rajin mengonsumsi probiotik.

Sebuah studi baru menemukan perempuan hamil yang teratur mengonsumsi susu atau yogurt dengan kandungan bakteri ‘baik’ (probiotik) kemungkinan lebih kecil menderita komplikasi kehamilan akhir atau dikenal dengan preeklampsia.

Gangguan ini kemungkinan mempengaruhi sekitar 5 persen dari semua ibu hamil dan bisa berbahaya jika tidak segera diatasi, karena bisa menyebabkan ibu hamil kejang atau bahkan koma.

Dalam studi ini peneliti menganalisis lebih dari 33.000 perempuan Norwegia dan membandingkan ibu hamil yang mengonsumsi probiotik dengan yang tidak. Setelah memperhitungkan faktor lain seperti berat badan, pendidikan dan kebiasaan merokok, maka konsumsi probiotik bisa menurunkan risiko preeklampsia 20 persen lebih rendah.

“Hasil studi ini memberikan korelasi antara asupan probiotik dengan risiko lebih tinggi atau lebih rendah pada risiko preeklampsia, karenanya hanrus diteliti lebih lanjut,” ujar Dr Bo Jacobsson dari Institute of Public Health di Oslo, seperti dikutip dari Reuters, Jumat (16/9/2011).

Mengonsumsi probiotik pada ibu hamil terbilang aman, karenanya uji klinis bisa menguji apakah perempuan yang mengonsumsi probiotik jadi memiliki risiko preeklampsia yang lebih rendah. Untuk memastikannya harus dilakukan dengan kapsul probiotik yang mengandung sejumlah bakteri yang bisa diatur dibandingkan melalui makanan.

Baca Juga:  Area Yang Pantang Untuk Di Sentuh

Secara teori probiotik bisa mempengaruhi risiko preeklampsia dengan meningkatkan sistem kekebalan tubuh. Hasil studi ini telah dilaprokan dalam American Journal of Epidemiology.

Namun hingga kini tidak ada yang tahu cara paling tepat mencegah preeklampsia, karenanya para ahli mendesak ibu hamil untuk rutin melakukan pemeriksaan secara teratur. Jika ada sesuatu yang tidak beres maka dokter bisa segera mengambil tindakan, karena melahirkan bayi lebih dini adalah satu-satunya obat untuk preeklamps.

Sumber: health.detik.com