Pap Smear – Risiko

DokterSehat.Com– Tidak ada batas atas usia untuk skrining karena kejadian kanker serviks meningkat seiring bertambahnya usia pada saat wanita cenderung tidak menjalani Pap smear. Diagnosa sebagian besar kanker ini terjadi pada wanita berusia di atas 50 tahun. Bahkan setelah menopause, seorang wanita harus terus melakukan Pap smear secara teratur. Wanita di atas usia 65 tahun yang menjalani Pap Smear tiga kali tes atau lebih dengan hasil normal berturut-turut dan tidak ada hasil tes Pap yang abnormal dalam 10 tahun terakhir dapat memilih berhenti melakukan tes Pap.

doktersehat-konsultasi-sinus

Jika seorang wanita sudah menjalani pengangkatan rahim, wanita tersebut tetap harus menjalani skrining tahunan jika ada riwayat perubahan prekanker lanjutan yang terlihat pada Pap smear atau kanker saluran kelamin bawah lainnya.

Apa risiko Pap Smear?
Prosedur Pap smear tidak rumit atau menyakitkan. Satu-satunya risiko adalah dengan tidak melakukan Pap smear, maka tidak dapat mendeteksi tidak kanker serviks secara dini sehingga tidak dapat mengobati dan menyembuhkannya tepat waktu.

Bagaimana cara mempersiapkan Pap smear?
Waktu terbaik untuk melakukan Pap smear adalah saat wanita tidak sedang menstruasi.

Selama dua hari sebelum pemeriksaan, hindari hal-hal berikut karena mungkin interpretasi tes ini lebih sulit:

  • Hubungan seksual
  • Vagina douche
  • Obat-obatan vagina (kecuali yang disarankan oleh dokter Anda)
  • Kontrasepsi vagina seperti krim, atau jeli