Risiko Menunda Kehamilan

Doktersehat.com – Belum matangnya kondisi psikis ataupun finansial membuat beberapa pasangan berpikir untuk menunda hadirnya momongan. Padahal, jika ditunda belum tentu Anda bisa hamil dan mendapatkan bayi yang sehat.



Usia 20 – 30 tahun merupakan usia yang ideal untuk hamil. Pada usia tersebut tingkat kesuburan masih tinggi dan risiko terjadinya keguguran pun rendah. Pada usia 20 – 35 tahun ada sekitar 300 ribu jumlah bakal sel telur. Namun, bakal sel telur akan menurun menjadi 100 ribu setelah usia 35 tahun.

Usia kesuburan tiap orang tidaklah sama. Wanita yang sudah berusia 30 tahun, setiap 10 tahun tingkat kesuburannya akan menurun 10 persen bahkan setelah menopause tingkat kesuburannya akan berhenti.

Sedangkan pada pria tidak dapat dipastikan sampai kapan sperma berhenti diproduksi. Pria yang sudah tua pun sebenarnya masih memungkinkan untuk menperoleh anak, tapi  belum tentu sprema yang dihasilkan sama sehatnya seperti sperma pria yang usianya masih muda.

Seiring bertambahnya usia, kualitas dan jumlah sperma yang diproduksi pun akan menurun.  Pada usia 60-an tahun pria rentan terkena gangguan prostat yang dapat mengancam kesuburannya.

Prostat berguna untuk memproduksi cairan semen yang berfungsi membawa sperma. Oleh karena itu, tranportasi sperma akan terhambat apabila ada gangguan pada prostat. Dalam pengobatannya juga dapat menimbulkan efek ejakulasi atau tidak dapat ereksi.

Kesuburan pria juga dapat terganggu akibat tersumbatnya deferens (tabung sperma) oleh varises pembuluh darah vena. Pengobatan gangguan ini juga berefek pada menurunnya jumlah sperma akibat meningkatnya kadar estrogen. Tingkat kesuburan memang tidak tergantung pada usia, tapi sangat dipengaruhi oleh kondisi kesehatannya.

Usia 35 tahun merupakan usia ideal untuk mendapatkan momongan. Hamil di atas usia 35 tahun dapat menyebabbkan berbagai masalah kesehatan seperti, diabetes, placental selama kehamilan, risiko keguguran atau bayi mengalami kecacatan kromosom dan menderita down syndrom. Komplikasi kehamilan biasanya dapat dicegah dengan operasi caesar. Untungnya, sebagian besar masalah ini dapat diatasi dengan perawatan yang baik sebelum melahirkan.

Baca Juga:  Tidak Subur Perlu Akupunktur?

Sumber: detik.com