Bumil, Ini Risiko Berjemur saat Hamil

doktersehat ibu hamil berjemur
Photo Credit: pexels.com

DokterSehat.Com– Berjemur merupakan aktivitas yang menyenangkan. Menikmati hangatnya matahari sambil bersantai di tepi pantai bisa jadi kegiatan relaksasi yang menyenangkan. Namun bagi ibu hamil, kegiatan berjemur bisa jadi kegiatan yang berisiko.

Risiko berjemur saat hamil

Sebenarnya tidak ada larangan khusus bagi ibu hamil yang ingin berjemur di tepi pantai. Namun sebaiknya ibu hamil tidak berjemur dalam waktu yang lama karena dapat memicu beberapa risiko, di antaranya:

1. Memicu dehidrasi

Saat berjemur, tubuh Anda akan terpapar sinar matahari dalam waktu yang cukup lama. Hal ini dapat menyebabkan Anda mengalami dehidrasi yang dapat memicu risiko kelahiran prematur.

2. Berisiko terkena melanoma

Wanita hamil memiliki risiko 5 kali terkena kanker kulit karena peningkatan hormon estrogen selama kehamilan. Berjemur selama hamil juga dapat membuat wanita berisiko mengalami melanoma, jenis penyakit kanker kulit yang ditandai dengan terbentuknya bintik hitam seperti tahi lalat baru.

Selain itu, melanoma yang muncul saat hamil memiliki risiko mengalami metastasis atau penyebaran kanker ke bagian lain dibanding dengan wanita yang memiliki melanoma namun tidak dalam keadaan hamil.

3. Terkena luka bakar akibat sengatan matahari

Berjemur juga dapat menyebabkan sunburn atau kulit kemerahan akibat terpapar sinar matahari dalam waktu lama. Kondisi ini dapat berkembang menjadi kulit lecet dan mengelupas yang tentunya membuat Anda tidak nyaman.

Tips berjemur yang aman bagi wanita hamil

Meskipun berisiko, namun bukan berarti Anda benar-benar tidak boleh berjemur selama hamil. Bagi Anda yang tetap ingin berjemur di masa kehamilan dapat menyimak tips berikut:

1. Gunakan tabir surya yang aman bagi ibu hamil

Jangan pernah berjemur tanpa menggunakan tabir surya. Hal ini membantu melindungi kulit Anda dari bahaya paparan sinar matahari dalam jangka waktu lama. Pilih tabur surya yang mengandung SPF minimal 30 sebelum Anda berjemur dan oleskan ke seluruh badan Anda.

2. Perhatikan waktu dan lama berjemur

Semakin siang, sinar matahari semakin terik dan semakin cepat membuat kulit terbakar. Hindari berjemur di siang bolong untuk mencegah kulit gosong. Sebaiknya berjemur di saat pagi atau sore hari ketika sinar matahari terasa hangat dan tidak terlalu panas.

Selain itu, batasi durasi berjemur agar tidak terlalu lama. Berjemur selama 30 menit sudah cukup untuk menghangatkan tubuh Anda. Lebih dari itu, berjemur dapat menyebabkan dehidrasi dan kulit terbakar.

3. Gunakan pakaian yang aman

Saat berjemur, gunakan pakaian atau kain untuk melindungi area perut agar tidak terpapar langsung dengan sinar matahari. Anda juga dapat menggunakan topi lebar dan kacamata hitam untuk melindungi wajah, kepala dan mata Anda.