Rheumatoid Arthritis – Pengertian dan Faktor Risiko

doktersehat-Rhematoid-Arthritis

DokterSehat.Com– Rheumatoid Arthritis (RA) adalah penyakit autoimun yang terjadi ketika sistem imun tubuh menyerang jaringan tubuh yang sehat. Tidak seperti osteoarthritis, rheumatoid arthritis menyerang lapisan sendi, menyebabkan pembengkakan yang menyakitkan dan mengakibatkan erosi tulang dan kelainan sendi.

Selain memengaruhi sendi, kondisi ini juga dapat menyebabkan peradangan organ, seperti paru-paru, mata, kulit, dan hati.

Orang yang mengidap RA mungkin dapat mengalami peningkatan gejala atau kekambuhan yang disebut dengan flare yang dapat berlangsung selama beberapa hari atau minggu. Pasien juga mungkin memiliki periode remisi di mana mereka memiliki sedikit atau tidak ada gejala sama sekali. Tidak ada obat untuk rheumatoid arthritis, namun obat dapat menghentikan perkembangan gejala penyakit dan meringankan gejala.

Faktor Risiko Rheumatoid Arthritis

Rheumatoid arthritis memengaruhi sekitar 1,5 juta orang di Amerika Serikat, sedangkan data di Indonesia mencatat sekitar 360.000 orang telah tercatat terkena rheumatoid arthritis. Wanita mengalami RA dua sampai tiga kali lebih sering dibandingkan pria, dan gejala pada wanita cenderung muncul antara usia 30-60 tahun, sedangkan gejala sering berkembang di kemudian hari untuk pria. Ada juga kemungkinan genetik untuk penyakit ini. Merokok dan periodontitis, juga merupakan faktor risiko.

Juvenile Rheumatoid Arthritis

Juvneile rheumatoid arthritis (JRA) juga disebut juvenile idiopathic arthritis (JIA), adalah jenis arthritis yang terjadi pada anak-anak usia 1–16 tahun.

Gejala juvenile rheumatoid arthritis di antaranya:

  • Kaku sendi, bengkak, nyeri sendi
  • Demam
  • Ruam

Beberapa metode terapi tersedia untuk juvenile rheumatoisd arthritis. Kebanyakan anak membutuhkan terapi obat maupun non-obat untuk mengatasi nyeri, mengurangi bengkak, mempertahankan pergerakan aktif dari sendi mereka, dan mengatasi komplikasi:

  • Obat: Pereda nyeri yang tersedia di apotek seperti ibuprofen, asam mefenamat, dan naproxen seringkali merupakan lini pertama untuk melawan nyeri pada RA juvenile. Jika pereda nyeri ini tidak bekerja, kelas obat yang memperlambat perkembangan RA juvenile dapat digunakan. Obat ini disebut obat antirematik termodifikasi (DMARDs). Kebanyakan DMARDs yang dapat diresepkan kepada anak adalah methotrexate. Obat lain dapat digunakan pada penyakit yang berat seperti kortikosteroid dan obat biologis. Obat-obat ini memiliki efek samping sehingga penggunaannya perlu didiskusikan dengan dokter.
  • Terapi fisik: Latihan rutin yang dibuat oleh fisioterapis dapat membantu anak mempertahankan rentang gerak sendinya serta kekuatan ototnya.
Rheumatoid Arthritis – Halaman Selanjutnya: 1 2 3 4 5 6
ikuti-kontes-sehatitubaik-menangkan-berbagai-hadiah-menarik