Resolusi Tahun Baru Ini Bisa Mengurangi Risiko Kanker

DokterSehat.Com– Apakah resolusi tahun baru Anda sudah mulai kacau dari segi kesehatan? mungkin hal ini membuat Anda gelisah. Tenang! Penelitian baru-baru ini memberikan beberapa motivasi yang sangat dibutuhkan, setelah menemukan bahwa orang-orang yang mengikuti perubahan gaya hidup dapat mengurangi risiko kanker hingga sepertiganya.

doktersehat-pria-makanan-bergizi-sehat-sayur-buah-bahagia-diet-sindrom-metabolik

Menurut sebuah jajak pendapat yang dilakukan oleh peneliti pada bulan lalu, makan lebih baik dan berolahraga lebih banyak menjadi dua resolusi tahun baru.

Perubahan gaya hidup lainnya, termasuk tidur lebih banyak, berhenti merokok, dan mengurangi konsumsi alkohol, juga termasuk dalam 10 besar.

Sayangnya, lebih dari 40 persen dari kita gagal dalam resolusi seperti itu setelah mencoba hanya 1 bulan.

Pemimpin studi Prof. Peter Elwood, dari Divisi Kependudukan di Universitas Cardiff di Inggris dan rekan-rekannya menetapkan untuk menentukan bagaimana perilaku sehat tertentu mempengaruhi risiko pengembangan kanker.

Gaya hidup sehat lebih baik daripada minum pil
Kanker tetap menjadi salah satu momok kesehatan terbesar di dunia. Di Amerika Serikat saja, lebih dari 1,6 juta orang didiagnosis menderita kanker pada 2016.

Faktor gaya hidup adalah pemicu utama dalam perkembangan kanker. Merokok, misalnya, adalah penyebab utama kanker. Ini menyumbang sekitar 30 persen dari semua kematian akibat kanker di Amerika dan sekitar 80 persen kematian akibat kanker paru-paru.

Untuk melihat bagaimana perilaku gaya hidup sehat mempengaruhi risiko kanker, Prof. Elwood dan rekan-rekannya melakukan analisis data dari Biobank Inggris, yang merupakan studi kesehatan berkelanjutan terhadap 500.000 orang dewasa di Inggris.

Analisis tersebut mencakup data gaya hidup dari 343.150 individu. Dengan menggunakan informasi ini, para peneliti melihat bagaimana lima perilaku sehat mempengaruhi risiko kanker pada subyek selama rata-rata 5.1 tahun masa tindak lanjut.

Perilaku ini termasuk konsumsi alkohol rendah, tidak merokok, aktivitas fisik teratur, indeks massa tubuh yang sehat (IMT), dan makanan sehat.

Selama masa tindak lanjut tersebut, sebanyak 14.285 subyek mendapat diagnosis kanker.

Para periset menemukan bahwa orang-orang yang menganut kelima perilaku sehat tersebut kemungkinan ketiga terkena kanker selama masa tindak lanjut, dibandingkan dengan individu yang hanya mengikuti satu atau tidak satu pun perilaku sehat.

Saat melihat efek dari lima perilaku sehat secara individual, analisis tersebut mengungkapkan bahwa masing-masing dikaitkan dengan penurunan risiko kanker sebesar 8 persen.