Resiko Stroke Akan Meningkat Jika Kita Mengalami Depresi

DokterSehat.Com – Salah satu jenis masalah kesehatan yang harus diwaspadai oleh masyarakat modern adalah depresi. Kegiatan sehari-hari yang penuh dengan tuntutan dan tekanan yang tinggi bisa memicu depresi yang berkepanjangan. Bagi orang dewasa sendiri, depresi berkepanjangan ini bisa memicu berbagai penyakit yang sangat berbahaya. Bahkan, resiko mendapatkan stroke sendiri akan bisa meningkat hingga dua kali lipat bagi mereka yang berusia lebih dari 50 tahun. Bagaimana hal ini bisa terjadi?

doktersehat-jantung-calcium-channel-blocker-pembuluh-darah-obat-a-z

Harvard T.H. Chan School of Publich health melakukan sebuah penelitian pada tahun 2013 dan menemukan sebuah fakta mengejutkan dimana kaum hawa dengan usia paruh baya yang mengalami depresi ternyata akan meningkatkan resiko terkena stroke hingga berlipat ganda. Bahkan, tanpa adanya faktor lain layaknya status sosial dan gaya hidup yang buruk, wanita pada usia ini tetap mendapatkan resiko yang besar hanya karena adanya depresi yang berlangsung berkepanjangan. Selain itu, terdapat sebuah fakta lain yang kurang menyenangkan karena dua per tiga dari penderita stroke justru akan kembali mengalami kecemasan berlebihan dan depresi sehingga resiko terkena stroke di masa depan pun akan meningkat kembali.

Penelitian lain juga dilakukan oleh Paola Gilsanz dari Yerby Post Doctoral Resarch Fellow dari sekolah yang sama dan melibatkan lebihd ari 16.000 partisipan baik itu yang berjenis kelamin pria maupun wanita dengan usia lebih dari 50 tahun. Penelitian ini sendiri dilakukan dengan jangka waktu panjang dari tahun 1998 hingga 2010. Hasil penelitian ini adalah, dari semua partisipan, 1.192 orang pernah mengalami stroke dan mereka memiliki kecenderungan untuk memiliki depresi dalam jangka yang cukup panjang.

Melihat adanya fakta ini, pakar kesehatan pun menyerukan pada semua lapisan masyarakat untuk lebih bijak dalam menata ulang stress dan depresi yang diidapnya. Andai anda memang sudah terlalu cemas atau khawatir dengan berbagai hal, cobalah untuk menemui dokter jiwa atau terapis terdekat seihngga anda pun akan mendapatkan konsultasi yang tepat. Selain itu, cobalah untuk meningkatkan kualitas mood anda dengan memperbaiki pola makan menjadi lebih sehat dan rutin melakukan aktifitas fisik.