Resiko Memakai Sabun Sirih Untuk keputihan

DokterSehat.Com – Berbicara tentang keputihan, hampir setiap wanita pasti pernah mengalaminya. Banyak sekali masalah-masalah yang menjadi penyebab utama dari keputihan antara lain Aktivitas sehari-hari, Faktor lingkungan , Dampak psikologis sampai masalah kesuburan.

doktersehat-kutil-kelamin-kanker-vagina-keringat

Berkembang di masyarakat bahwa salah satu mitos pengobatan herbal yang manjur untuk mengatasi keputihan adalah dengan air rebusan daun sirih. Menurut beberapa ahli,  air rebusan daun sirih memang mempunyai sifat anti bakteri . Apabila digunakan dalam kondisi yang tepat, bisa saja membantu membunuh kuman-kuman penyebab keputihan, seperti bakteri, jamur, virus dan parasit atau protozoa. Namun sering kali, penggunaan daun sirih yang dijual sebagai pembersih kewanitaan tidaklah tepat dan bisa menimbulkan kerugian.

Di dalam vagina terdapat bakteri bernama lactobacillus. Kebanyakan dari bakteri ini bersifat umum dan tidak membahayakan bagi kesehatan. Dalam manusia, bakteri ini dapat ditemukan di dalam vagina. Kuman lactobacillus ini berfungsi untuk mengatur keasaman atau pH pada vagina. Normalnya, tingkat keasaman atau pH pada vagina berkisar antara 3 atau 4. Suasana asam ini menguntungkan untuk manusia karena dapat mencegah bakteri lain yang dapat menyerang lapisan vagina dapat mati karena keasaman pH vagina.

Meski menggunakan air rebusan daun sirih dianjurkan, namun disarankan agar tidak menggunakannya terlalu sering. Gunakanlah ketika keputihan sudah berlebihan, gatal dan terasa panas. Jika vagina terus-menerus terpapar dengan air rebusan daun sirih, maka bisa berdampak buruk karena akan membunuh bakteri lactobacillus yang sebenarnya tidak membahayakan. Akibatnya, keasaman vagina menjadi berubah dan terganggu sehingga bakteri jahat dapat mengganggu lapisan vagina.

Yang perlu diketahui, keputihan dalam kondisi normal merupakan proses alami yang tidak bisa sembuh karena akan berjalan dengan sendirinya. Jadi, ketika keputihan tersebut normal maka tidak perlu dikhawatirkan. Keputihan itu sendiri dipengaruhi oleh siklus hormonal. Keputihan yang patut diwaspadai apabila memiliki ciri sebagai berikut Keputihan dengan lendir berwarna cokelat atau mengandung darah, Keputihan disertai rasa nyeri atau pendarahan, Keputihan dengan lendir berwarna hijau, kuning, atau berbuih, Keputihan disertai luka melepuh di sekitar genital, Keputihan dengan lendir berwarna putih atau abu-abu dan berbau amis, dan sebagainya. Hal ini merupakan tanda tanda bahwa keputihan tersebut perlu penanganan khusus

Baca Juga:  Manfaat Minum Susu Untuk Menurunkan Resiko Kanker Payudara