Resiko Kesehatan Pria yang Tidak Disunat: Terkena Kanker Penis

DokterSehat.Com– Banyak orang yang menganggap prosedur sunat bagi pria hanyalah berkaitan dengan ritual agama atau kepercayaan tertentu. Sebagai informasi, ada beberapa agama atau kepercayaan yang memang mewajibkan pria yang sudah memasuki awal usia dewasa untuk sunat. Padahal, telah banyak penelitian kesehatan yang membuktikan bahwa sunat memang bisa memberikan manfaat kesehatan yang luar biasa bagi pria. Bahkan, pakar kesehatan baru-baru ini menyebutkan bahwa pria yang tidak disunat ternyata cenderung lebih beresiko terkena kanker penis. Bagaimana hal ini bisa terjadi?

doktersehat-Penyakit Penis Bengkok (Peyronie)

Pakar kesehatan dr. Irfan Wahyudi, Sp(U)K yang berasal dari Rumah Sakit Siloam Asri menyebutkan bahwa karena tidak disunat, maka penis pria cenderung tidak bersih dan membuatnya mudah menempel. Hal ini ternyata bisa menjadi sarang kuman atau bakteri. Yang menjadi masalah adalah, adanya bakteri dan kuman dalam jumlah yang berlebihan ini ternyata juga bisa meningkatkan resiko terkena kanker penis.

Jika ujung penis pria tidak dibersihkan dengan cara disunat, maka sel-sel kulit mati yang terkelupas akan terus menumpuk pada bagian tersebut dan jika tidak segera dibersihkan bisa memicu iritasi. Saat pria bergerak atau melakukan aktifitas harian, maka iritasi ini bisa berlangsung dalam waktu yang lama dan akhirnya menyebabkan perubahan jaringan yang juga bisa memicu datangnya kanker.

Sunat atau dalam dunia medis disebut sebagai sirkumsisi memang telah terbukti bisa memberikan banyak manfaat kesehatan. Sebagai contoh, ada sebuah penelitian yang menyebutkan bahwa resiko terkena HIV juga menurun jika pria sudah disunat. Karena alasan inilah ada baiknya memang pria melakukan sunat demi menjaga kebersihan dan kesehatan tubuhnya.