Resiko Besar Yang Didapatkan Jika Hamil di Usia 40-an

DokterSehat.Com – Setelah menikah, semua pasangan tentu berharap akan segera mendapatkan keturunan. Sayangnya, ada beberapa pasangan yang harus menunggu terlalu lama untuk mendapatkan keturunan. Beberapa pasangan yang memang sudah menikah dalam usia yang sangat dewasa, lebih dari 30-an, bisa harus menunggu kehamilan hingga sang istri berusia 40-an. Pasangan lain yang memiliki banyak anak juga bisa mengalami kehamilan kembali pada usia 40-an meskipun jumlahnya cenderung sedikit. Yang menjadi masalah adalah, hamil di usia 40-an ternyata bisa memberikan dampak kesehatan tersendiri bagi ibu.

doktersehat-kehamilan-hamil

Pakar kesehatan menuturkan bahwa kehamilan di usia 40-an bisa menimbulkan resiko melahirkan anak down syndrome. Hanya saja, pakar kesehatan justru lebih mengkhawatirkan kondisi kesehatan sang ibu mengingat terdapat penelitian yang menunjukkan jika resiko stroke atau penyakit jantung justru meningkat bagi mereka yang hamil pada usia 40-an. Penelitian yang melibatkan 72.000 wanita ini menunjukkan bahwa ibu resiko terkena penyakit jantung atau stroke bisa meningkat hingga 2 sampai 5 persen saat mengalami kehamilan pada usia 40-an. Selain itu, gangguan di masa kehamilan juga meningkat drastis dan beberapa penyakit layaknya meningkatnya tekanan darah, kolesterol, hingga resiko obesitas bisa menghampiri sang ibu hamil.

Saat hamil, wanita akan mengalami banyak sekali perubahan pada bentuk fisik maupun perubahan pada hormon. Sebagai contoh, kinerja jantung akan jauh lebih berat mengingat fokus jantung kini terbagi dua; untuk tubuh ibu dan juga ke arah janin. Padahal, usia 40-an adalah tanda dimana beberapa organ tubuh layaknya jantung biasanya mulai mengalami penurunan fungsi sehingga jantung pun akan dipaksa bekerja jauh lebih keras selama masa kehamilan.

Ibu hamil pada usia 40-an masih bisa mencegah munculnya penyakit-penyakit berbahaya layaknya stroke asalkan rajin memeriksakan kesehatan badannya. Pemeriksaan tekanan darah, kadar kolesterol, hingga berat badan harus dilakukan secara rutin pada masa kehamilan. Selain itu, ibu hamil juga harus rajin-rajin berolahraga dan mengatur pola makan yang sehat sehingga ibu hamil pun terbebas resiko terkena penyakit stroke sekaligus kelahiran anak yang kurang sehat.