Rematik Bisa Sebabkan Cacat

DokterSehat.com – Rematik bukanlah penyakit yang mengerikan seperti jantung koroner atau kanker, meski begitu penyakit ini tidak boleh dianggap remeh. Walaupun tidak mengakibatkan kematian, membiarkan penyakit ini begitu saja juga bisa mengakibatkan beberapa anggota tubuh tidak berfungsi normal.



Gejala utama rematik biasa terjadi pada tulang dan otot, termasuk sendi dan otot sendi. Ada bermacam-macam lebih penyakit rematik. Biasanya disertai juga dengan inflamasi atau peradangan persendian.

Belum dikatahui pasti apa penyebab rematik. Gejala yang muncul tidak sama untuk masing-masing penyakit. Tapi umumnya penyakit ini ditunjukkan dengan gejala seperti nyeri di siku, lutut, pergelangan, ataupun di sendi-sendi lainnya. Dengan begitu dapat diketahu bahwa semua anggota tubuh bisa berisiko terkena nyeri rematik.

Rematik dialami oleh persendian yang bengkak, pengapuran, sampai mengakibatkan sakit jika digerakkan. Rematik ada berbagai jenis, seperti rematik artritis dan lupus. Rematik juga bisa menyerang pria yang masih muda dengan gejala nyeri pinggang yang disebut ankylosing spondylitis.

Biasanya rematik dipicu oleh pekerjaan sehari-hari. Gerakan yang berlebihan pada salah satu sendi mengakibatkan munculnya gejala nyeri. Misalnya pada seseorang yang sering menggunakan motor maka berisiko mengalami nyeri di pinggang.

Rematik bukan hanya mengenai urursan nyeri di bagian tubuh tertentu saja. Tidak sepenuhnya benar anggapan bahwa penyakit ini tidak berbahaya dan dapat disembuhkan dengan beristirahat.

Penderita rematik memang memang masih bisa beraktivitas seperti biasanya. Tapi, seiring berjalannya waktu kualitas hidup penderita rematik akan makin memburuk ketimbang mereka yang tidak mengalami rematik.

Jika penanganan rematik terlambat dilakukan dan penderita merasakan nyeri terus menerus maka penyakit ini bisa menyebabkan kecacatan. Kondisi ini disebabkan kakunya persendian dalam waktu lama sehingga sendi menjadi berubah bentuk.

Baca Juga:  Mitos Tentang Semut Jepang Sebagai Obat Diabetes

Karena itulah perlu dilakukan pengobatan untuk memperbaiki kualitas hidup dan bisa menjalankan kegiatan sehari-hari dengan normal.

Bila Anda didiagnosis terkena rematik sebaiknya segeralah melakukan perawatan dan jangan mengonsumsi sembarang obat seperti obat anti-nyeri, anti-inflamasi non steroid (NSAID). Pemakaian obat penghilang rasa nyeri kerap kali menimbulkan efek samping yang serius.