Remaja Yang Jarang Berolahraga Beresiko Tinggi Terkena Diabetes

DokterSehat.Com – Diabetes adalah salah satu jenis penyakit yang sangat mengerikan. Bagaimana tidak, penyakit ini bisa membuat penderitanya kehilangan nyawa jika tidak berhati-hati dalam melakukan berbagai hal setiap hari. Meskipun dianggap identik dengan penyakit orang tua, dalam realitanya mereka yang berusia remaja juga beresiko tinggi terkena diabetes. Biasanya, gaya hidup remaja yang kurang baik dan berat badan yang berlebihan menjadi faktor utama munculnya penyakit ini di usia remaja. Namun, tahukah anda, kualitas kebugaran remaja ternyata juga berpengaruh pada munculnya penyakit diabetes.

doktersehat-gemuk-gendut-obesitas

Pakar kesehatan Peter Katzmarzyk dari Icahn School of Medicine, Negara Bagian New York, menyebutkan jika remaja yang cenderung malas untuk berolahraga ternyata memiliki resiko terkena penyakit diabetes tiga kali lipat lebih besar jika dibandingkan dengan mereka yang rutin melakukan aktifitas fisik. Katzmarzyk melakukan penelitian pada setidaknya satu juta tentara dari negara Swedia yang melakukan aktifitas militer pada usia 18 tahun dan kemudian memperhatikan olahraga yang dilakukan semenjak tahun 2012. Dari penelitian ini, didapatkan jika mereka yang pada usia remaja cenderung sangat jarang berolahraga akan lebih serius mendapatkan resiko terkena pengembangan penyakit diabetes tipe dua yang mengerikan.

Penelitian lain yang dilakukan oleh Metabolic Medicine dan dipimpin oleh Naveed Sattar menunjukkan jika setidaknya 90 persen dari total penderita diabetes tipe 2 di Indonesia, yang mencapai setidaknya empat juta jiwa, cenderung melakukan gaya hidup yang sangat buruk dan sangat malas bergerak setiap hari. Bagi para remaja sendiri kini bisa mengurangi resiko terkena diabetes dengan cara rajin melakukan aktifitas fisik setidaknya 150 menit setiap minggunya. Dengan olahraga yang teratur, maka tubuh akan lebih baik dan berbagai sistem dalam tubuh yang bisa mencegah munculnya diabetes pun bekerja dengan baik.