Reaksi Insulin – Pengertian, Gejala, dan Penyebab

Reaksi insulin terjadi ketika penderita diabetes menjadi bingung atau bahkan tidak sadarkan diri karena hipoglikemia (hipo= rendah + glikol= gula + emia= dalam darah) yang disebabkan oleh insulin atau obat diabetes oral. (Harap dicatat bahwa untuk artikel ini gula darah dan glukosa darah memiliki pengertian yang sama dan penggunaannya dapat digunakan secara bergantian.)

doktersehat-pusing-vertigo

Istilah reaksi insulin, syok insulin, dan hipoglikemia (bila dikaitkan dengan penderita diabetes) sering digunakan secara bergantian.

Dalam fisiologi normal, tubuh mampu menyeimbangkan glukosa (kadar gula) dalam aliran darah. Ketika seseorang makan, dan kadar glukosa mulai meningkat, tubuh menandakan pankreas untuk mengeluarkan insulin. Insulin “membuka pintu” ke sel-sel di dalam tubuh sehingga glukosa dapat digunakan untuk energi. Saat kadar gula darah turun, produksi insulin menurun dan hati mulai memproduksi glukosa.

Pada penderita diabetes, pankreas tidak mampu memproduksi cukup insulin untuk memenuhi kebutuhan tubuh. Pengobatan bisa termasuk obat yang diminum secara oral (obat hipoglikemi oral), insulin, atau keduanya. Keseimbangan asupan makanan dan pengobatan tidak otomatis, dan penderita diabetes perlu menyadari bahwa terlalu banyak minum obat atau makan yang terlalu sedikit dapat menyebabkan kadar gula darah turun.

Menariknya, sel otak tidak membutuhkan insulin untuk mengakses glukosa dalam aliran darah. Sel otak juga tidak bisa menyimpan kelebihan glukosa, jadi saat kadar gula darah turun, fungsi otak adalah salah satu bagian tubuh yang pertama menjadi terpengaruh.

Pada reaksi insulin, kadar gula darah biasanya di bawah 50 mg/dL (atau 2,78 mmol/L pada satuan SI).

Gejala reaksi insulin
Gejala reaksi insulin disebabkan oleh penurunan fungsi sel otak karena kurangnya glukosa dalam aliran darah. Semakin lama hipoglikemia berlanjut, semakin parah gejalanya.

Baca Juga:  Reaksi Insulin - Pengobatan dan Pencegahan

Gejala ringan reaksi insulin:

  • pusing
  • sifat lekas marah
  • kelaparan
  • bergetar
  • berkeringat
  • detak jantung yang cepat

Gejala sedang reaksi insulin:

  • kebingungan
  • sakit kepala
  • koordinasi yang buruk

Gejala yang parah dari reaksi insulin:

  • ketidaksadaran
  • kejang
  • koma
  • hipotermia (suhu tubuh rendah) dapat terjadi jika hipoglikemia berlanjut dalam jangka waktu lama

Penyebab
Reaksi insulin terjadi bila terjadi ketidakseimbangan asupan makanan dan jumlah insulin dalam tubuh. obat hipoglikemik oral dapat tetap aktif dalam tubuh selama lebih dari 24 jam. Efek insulin suntik bisa singkat atau sangat panjang tergantung jenisnya. Bahkan pada individu yang diabetesnya terkontrol dengan baik dengan pengobatan, berbagai faktor dapat menyebabkan kadar insulin/ glukosa berfluktuasi dari kisaran normal.

Mungkin penyebab paling umum dari reaksi insulin atau hipoglikemia adalah tidak makan. Setelah insulin disuntikkan atau obat diabetes diminum, pengaruhnya perlu diimbangi dengan asupan kalori dari makanan (menyediakan glukosa untuk mengikat insulin). Jika jumlah kalori yang dimakan menurun, kadar glukosa darah turun dan insulin bertindak tanpa hambatan, yang menyebabkan gejala karakteristik reaksi insulin. Reaksi insulin juga bisa terjadi dengan olahraga. Bila seseorang berolahraga, sel otot membutuhkan energi ekstra (glukosa), dan jika asupan makanan menurun, kadar gula darah akan turun.

Penyebab umum reaksi insulin lainnya adalah kesalahan pengobatan. Jika seseorang dengan diabetes menyuntikkan terlalu banyak insulin atau mengkonsumsi terlalu banyak obat diabetes, kadar insulin dalam darah naik karena tidak ada cukup glukosa dalam darah untuk mengikat insulin, dan reaksi insulin terjadi.

Gangguan kelenjar endokrin ini juga dapat mempengaruhi keseimbangan antara insulin dan glukosa dalam tubuh.