Rata-Rata Usia Hidup Manusia Modern Kini Meningkat

DokterSehat.Com – Kematian adalah salah satu hal yang pasti terjadi pada setiap manusia, namun, hal ini juga masih menjadi misteri bagi semua orang. Tak hanya tentang apa yang terjasi setelah manusia mati, proses dari kematian sendiri masih mengundang banyak pertanyaan bagi banyak pihak. Namun, belakangan ini, ada penelitian yang mengungkapkan bagaimana manusia mati. Kelompok peneliti Gregory Brown, Rachel Salt, dan juga Mitchell Moffit menjelaskan banyak sekali faktor tentang kematian pada manusia.

doktersehat-orangtua

Menurut para peneliti ini, rata-rata hidup manusia kini cenderung meningkat jika dibandingkan dengan jaman dahulu, yakni sekitar 71 tahun. Masyarakat yang tinggal di Negara maju layaknya Kanada atau Perancis bisa bertahan hingga usianya lebih dari 82 tahun. Sementara itu, masyarakat di Negara layaknya Rwanda yang masih berkembang rata-rata memiliki usia hingga 64 tahun. Mereka menyebutkan jika kemajuan di bidang kesehatan, khususnya di dunia farmasi dimana ada banyak sekali antibiotik, vaksin, dan berbagai obat-obatan telah membuat orang bisa melawan berbagai macam penyakit baik itu flu yang tergolong ringan, hingga kanker yang sangat berbahaya. Sebagai contoh, jika pada tahun 1970 an penderita kanker hanya memiliki harapan hidup sebesar 50 persen, maka kini harapan hidup ini bisa mencapai 68 persen. Di Amerika Serikat saja, penderita kanker yang masih bertahan hidup angkanya sangat tinggi, yakni sekitar 15,5 juta jiwa.

Para peneliti juga menemukan fakta menarik tentang wanita dari Jepang yang cenderung sangat sehat dan mampu bertahan hingga sangat tua dimana mereka memiliki usia rata-rata 87 tahun. Mereka menyebutkan jika diet ala Jepang yang terkenal sehat memang memiliki pengaruh besar pada kesehatan, khususnya dalam mencegah datangnya penyakit jantung.

Baca Juga:  Penelitian: Minuman Beralkohol Bisa Menurunkan Resiko Penyakit Kardiovaskular

Penelitian ini juga menunjukkan fakta menarik dimana banyak masyarakat yang berasal dari 34 negara termiskin di dunia yang meninggal akibat gangguan pernafasan, yang ironisnya terjadi akibat menghirup udara saat memasak alih-alih karena asap rokok atau bahkan polusi di jalanan.