Rasa Takut Yang Bisa Mengancam Kesehatan

Dokter Sehat – Jika Anda menderita lantaran memiliki masalah kesehatan, bisa jadi penyebabnya adalah stres yang disebabkan oleh adanya rasa khawatir terhadap beberapa hal. Akar dari khekawatiran itu kebanyakan diakibatkan oleh dua hal ini, kehilangan apa yang Anda punya, dan mendapat kritikan dari seseorang.

18

Dua hal tadi, terbukti bisa meneror kehidupan pribadi Anda, membuat karier Anda mentok, bahkan membuat hubungan baik Anda dengan banyak pihak jadi rusak. Nah, agar kehidupan pribadi dan masalah kesehatan Anda tidak terganggu, sudah barang tentu Anda harus melawan rasa khawatir berlebih terhadap dua hal tadi.

Saran yang diberikan Nancy Anderson, seorang konsultan karier yang juga penulis sejumlah buku soal karier seperti Work with Passion dan Reach Your Full Potential and Make the Money You Need , yang bisa Anda lakukan yakni :

Pertama, Anda harus bisa menyadari terlebih dahulu apa yang membuat Anda khawatir dan mengapa. Kedua, Anda bisa mengambil sikap yang bisa sekaligus melawan semua rasa khawatir tadi agar bisa menjalani hidup dengan lebih tenang dan tentu saja sehat jasmani dan rohani.

1.Takut kehilangan nafkah
Gejala yang paling terlihat ketika Anda mengalami kekhawatiran terhadap hal ini adalah sering mengeluh takut tidak punya uang, bahkan ketika Anda justru baru saja menerima gaji. Misalnya, ketika Anda berencana untuk mengubah pekerjaan atau bisnis, tentu akan merasa tidak aman ketika memikirkan bahwa untuk beberapa lama Anda akan tak punya uang.

Agar tetap tenang, keluarlah ke luar rumah dan buang semua apa yang paling Anda sayangi ke tempat sampah, lalu kembali masuk ke rumah dengan perasaan lega. Artinya, yang perlu Anda lakukan pertama kali untuk menghindari perasaan takut ini adalah cari informasi sebanyak-banyaknya soal perusahaan baru atau bisnis yang ingin Anda lakukan. Jangan lupa, perbanyak pula tukar pikiran dengan seseorang yang ternyata sukses ketika berganti pekerjaan atau memulai bisnis.

Jika muncul pertanyaan yang kemudian membuat Anda kembali merasa khawatir, seperti Apakah saya akan digaji seperti sebelumnya? Apakah bisnis saya bisa berkembang cepat?, enyahkan kekhawatiran berlebihan yang berasal dari pertanyaan itu.

Sebaliknya, ubah cara pandang Anda terhadap pekerjaan atau bisnis yang Anda geluti dan jadikan pertanyaan mengkhawatirkan tadi menjadi saya sangat mencintai pekerjaan atau bisnis saya. Jadi apa pun yang terjadi, saya akan melakukannya dengan senang hati. Percayalah, pikiran yang positif akan membawa dampak positif pula pada kehidupan Anda.

2.Takut menghadapi kritikan
Hal ini merupakan suatu budaya, di mana seseorang yang sudah sukses secara finansial dan karier cenderung akan menjauhi perbedaan pendapat dengan orang lain, ketimbang jujur pada diri sendiri. Anda ingin selalu dinilai baik dan bersikap seolah paling sempurna dibanding orang lain. Padahal, kondisi ini ibarat seorang dokter yang selalu memberi obat kepada pasiennya yang stres namun tak bisa kunjung sembuh. Artinya, Anda selalu hidup dalam kepura-puraan yang diciptakan sendiri.

Baca Juga:  Tak Selamanya Lemak Perut Itu Jahat

Gejala dari ketakutan terhadap kritikan ini antara lain: memiliki ketidakmampuan menerima koreksi dari lingkungan, kebingungan ketika harus memulai suatu proyek, dan melihat kesalahan sebagai kekeliruan yang tak disengaja. Padahal, dengan bersikap seperti ini ide-ide Anda menjadi sia-sia, lantaran Anda lebih memikirkan bagaimana penampilan dan sikap Anda di mata orang lain. Buruknya lagi, kekhawatiran yang berlebihan ini justru bisa menghambat Anda mendapat kesuksesan dalam hal karier dan hidup.

Nah, ketakutan terhadap kehilangan nafkah ataupun kritikan sebenarnya bukan hal besar bila Anda bisa melampaui segala risiko dalam hidup Anda. Jadi, janganlah membiarkan rasa ketakutan atau kekhawatiran berlebihan terhadap dua hal tadi merasuki diri Anda. Sementara itu, jika Anda memilih fokus terhadap apa yang dikerjakan demi kebahagiaan Anda saat ini, percayalah apa yang ada di masa depan akan mengejutkan Anda sendiri.

beberapa metode untuk mengatasi rasa takut :

1.Kenali ketakutan Anda
Langkah pertama mengatasi rasa takut cari dulu penyebabnya, apa yang membuat Anda merasakan takut, dan bagaimana perasaan itu menguasai Anda. Dengan menyadari apa yang menyebabkan ketakutan, hal ini akan membantu Anda mengurangi rasa takut. Sebab, saat berusaha menyadarinya, Cobalah Anda berdialog dengan diri sendiri untuk mencoba mengatasinya.

2.Melawan ketakutan
Bila takut akan sesuatu, salah satu cara terbaik mengatasinya adalah menghadapi dan menantangnya. Jika Anda takut ketinggian, pergilah ke atas sebuah gedung tinggi dan melihat ke bawah. Cara ini membantu Anda mengatasi rasa takut.

3.Mengendalikan mental
Hal ini yang sederhana sekali seperti belajar mengendalikan pikiran Anda untuk menghindari rasa takut. Bila mulai merasa takut, lawanlah perasaan itu. Lakukan sesuatu untuk mengalihkan perhatian dan hentikan perasaan yang membuat takut. Cara ini sangat efektif kang salman terapkan dalam mengatasi rasa takut, hal ini penting sekali dlakukan, terutama bagi mereka yang tidak mampu mengontrol ketakutannya sehingga selalu mengkhawatirkan hal-hal sama. Caranya, hanya menghentikan kekhawatiran atau ketakutan berlebihan.

4.Ubah ketakutan
Untuk menghadapi sumber dari rasa takut, maka harus mengakui apa yang membuat Anda takut. Setelah itu, mengubah rasa takut itu dengan mencari tahu cara menghadapinya. Jika merasa takut berjalan sendirian pada malam hari, pada sebagian orang ada yang mengambil kursus bela diri untuk melindungi diri, pada sebagian yang lain dengan cara meningkatkan percaya diri, karena dengan percaya diri akan meningkatkan keberanian.

5.Relaksasi
keyakinan dapat memerangi ketakutan dalam diri sendiri, ini merupakan salah satu cara yang paling efektif dalam mengatasi rasa takut kita. Sambil melawan rasa takut, dengan membangun rasa percaya diri. Semakin Anda percaya diri, rasa takut yang menguasai pikiran Anda akan berkurang. Maka dari itu sangat disarankan untuk latihan Meditasi dan Yoga, latihan ini dapat menjadi aktivitas pilihan untuk mengatasi rasa takut.