Rasa Jenuh Muncul Dalam Pernikahan

facebooktwittergoogle_plusredditpinterestlinkedinmail

DokterSehat.com – Setiap titik dalam kehidupan suatu saat pasti ada masa jenuh. Lantas bagaimana bila titik dimana kita berada justru adalah pernikahan? Apakah yang harus dilakukan agar rasa jenuh dapat dikendalikan sehingga bahtera pernikahan tak terancam? Berikut beberapa hal yang harus Anda ketahui seputar rasa jenuh dalam pernikahan.

Pernikahan bukanlah akhir kisah indah bak dongeng cinderella, namun dalam perjalanannya, pernikahan justru banyak menemui masalah, salah satunya adalah kejenuhan. Walau nampaknya kejenuhan tidak terlihat seperti sebuah masalah besar yang membahayakan tapi pada kenyataannya, kejenuhan seringkali menjadi pemicu awal keretakan sebuah rumah tangga. Berikut ini beberapa tanya jawab singkat sehubungan dengan kejenuhan pasangan dalam perkawinan.

Apakah faktor penyebab timbulnya perasaan bosan atau jenuh?

Sebagai manusia, kita memang mempunyai daya tarik atau daya ketertarikan yang tinggi terhadap hal-hal yang baru. Jadi, semua hal yang telah kita miliki dan nikmati untuk suatu periode tertentu akan kehilangan daya tariknya. Misalnya, Anda mencintai pria yang sekarang menjadi pasangan karena kegantengan, kelembutan dan tanggung jawabnya. Lama-kelamaan, semua itu berubah menjadi sesuatu yang biasa. Itu adalah kodrat manusia. Sesuatu yang baru cenderung mempunyai daya tarik yang lebih kuat dan kalau sudah terbiasa daya tarik itu akan mulai menghilang pula. Ada kalanya, hal-hal yang sama, yang terus-menerus kita lakukan akan membuat jenuh dalam pernikahan.

Tapi sebetulnya, ada hal-hal yang bisa Anda lakukan untuk menghindari kejenuhan tersebut. Misalnya, hubungan yang saling mengisi, menyuburkan, menggairahkan, seharusnya mengimbangi kecenderungan untuk merasa jenuh. Jadi, dengan kata lain, dalam pernikahan dibutuhkan keseimbangan antara dua faktor yaitu kebosanan itu sendiri yang harus diimbangi dengan rasa saling mengisi. Pada dasarnya, kebosanan memang menjadi kecenderungan manusia secara kodrati.

Benarkah kebosanan identik dengan perasaan cinta yang mulai pudar pada pasangan?

Dugaan itu acapkali muncul. Anda mungkin cenderung beranggapan bahwa pasangan sudah berubah, tidak lagi seperti dulu, cintanya kepada Anda mulai berkurang. Pada dasarnya pernikahan itu memang perlu dipupuk agar kuat, supaya bagi Anda yang menjalani pernikahan memiliki rasa aman. Rasa tidak aman cenderung membuat Anda berpikir apakah dia masih mencintai Anda atau tidak.

Tapi rasa aman tidak akan menggugah Anda untuk mempertanyakan hal-hal seperti itu. Rasa aman merupakan sesuatu yang perlu ditanam dan dipupuk dalam pernikahan. Otomatis ini berkaitan dengan perasaan dicintai. Ada orang yang beranggapan sekali mencintai, akan selama-lamanya mencintai. Sekali dicintai selamalamanya akan dicintai. Ini harapan pada pasangan kita. Pada kenyataannya tidaklah demikian, karena cinta itu bisa padam, kita bisa kurang mencintai dan kebalikannya pasangan bisa kurang mencintai kita pula. Untuk itulah cinta perlu dipupuk.

Baca Juga:  Mengetahui Ciri Wanita Mandul

Hal apa yang bisa dilakukan untuk memupuk hubungan pernikahan supaya kebosanan tidak menjadi-jadi atau menguasai kehidupan kita?

Dalam membangun suatu hubungan diperlukan saling mengisi. Ibaratkan saja Anda seperti wadah kosong yang perlu diisi. Pengertian mengisi di sini adalah mengisi kebutuhan yang mendasar. Misalnya saja merasakan kita ini berharga, dicintai, dan diperhatikan.

Dalam pernikahan pasti Anda memiliki harapan pasangan akan mengisi kehidupan Anda. Meskipun Anda orang yang mandiri, tetapi tetap terbersit harapan bahwa pasangan akan mengisi Anda. Karena sebagai seorang wanita Anda pasti mengharapkan pasangan bisa mengerti Anda. Terkadang kita adalah orang yang sangat butuh pengertian, supaya bisa merasakan hidup ini masuk akal.

Kalau kita hidup di tengah-tengah orang yang tidak bisa mengerti kita, hidup ini akan terasa tidak masuk akal. Selain itu Anda akan merasa sendiri atau sepi jika tidak ada yang bisa benar-benar memahami Anda. Salah satu hal mendasar yang dapat diharapkan dari pasangan adalah dimengerti.

Ada kalanya, problem belum bisa selesai pada hari yang sama, tapi jika Anda merasakan bahwa pasangan sudah mengerti apa yang ingin disampaikan atau dikemukakan, Anda boleh merasa lebih lega. Jadi, kebutuhan untuk dimengerti sangatlah penting. Ini adalah salah satu dari sejumlah kebutuhan yang lainnya. Jadi, sebetulnya pernikahan yang bisa terhindar dari kejenuhan adalah pernikahan yang saling mengisi.

Bolehkah kita mengakui sedang bosan dengan pasangan?

Sebaiknya Anda tidak menggunakan kata bosan, tetapi usahakan masuk kepada pokok masalahnya. Karena pada dasarnya, kejenuhan atau kebosanan dimulai dari masalah yang terus berulang.

Jadi ada baiknya langsung saja soroti permasalahannya, harapan apa yang tidak terpenuhi, masalah apa yang belum terselesaikan dalam hubungan Anda, dan apa saja yang tidak Anda sukai tentang dirinya yang terus-menerus harus Anda terima. Hal-hal seperti itu sebaiknya langsung dibicarakan. Selesaikan masalahnya, bukan kebosanannya.

Pada intinya, kejenuhan dalam rumah tangga cepat atau lambat pasti akan datang, tinggal bagaimana Anda dan pasangan mampu menyiasatinya. Ketimbang sibuk mencari pelarian di luar, lebih baik diskusikan dengan pasangan, lalu cari jalan keluarnya. Tak ada satu pun manusia di dunia ini yang tidak bisa diajak bicara secara baik-baik.

Print Friendly
facebooktwittergoogle_plusredditpinterestlinkedinmail

Comments

  1. Alyandara Angel

    Sangat jenuh semenjak menikah aq tdk bs bersosialisasi sm org,krj ga boleh ktm tmn2 ga bisa tp aq tdk di cukupi,plg krj cma maenin laptop sm ank kurang peduli,ornnya sangat temprmental kdang aq menyesal hdup sm org yg tdk membahagiankan aq bretahan demi anak

    1. Dr. Yulia Evita

      selamat pagi ibu,
      sudah pernah meluangkan waktu untuk berbicara dengan suami mengenai kebiasaannya? untuk kasus seperti anda sebaiknya bicarakan dengan kepala yang dingin agar tidak terjadi pertengkaran dalam keluarga.
      atau bisa menggunakan anak sebagai mediator komunikasi anda dengan suami anda.
      ketika sudah memasuki kehidupan berkeluarga memang pergaulan seorang istri baik seorang suami harus mulai dibatasi. coba untuk berkomunikasi dua arah dengan suami agar anda mengetahui batasan yang boleh dan yang tidak.
      terimakasih

  2. yatnis

    Harus kedua belah pihak yg berusaha, klo cm satu fihak saja percuma…

    1. Dr. Yulia Evita

      karena itulah komunikasi antara kedua belah pihak harus berjalan dengan baik.
      bangun suasana yang mendukung untuk komunikasi dan bicarakan hal tersebut dgn kepala dingin.
      terimakasih

  3. nurmalasari

    Saya seorang isrti sudah menikah 4th,yg mau sy ceritakan suami saya tuh sering main sama teman-temannya yang lum nikah,bahkan kalau sudah kumpul sama teman-temannya sampe lupa pulang selalu pulang tengah bahkan suka tidak pulang,jadi saya selalu jenuh sama suami,saya harus gimana mengatasi ini

    1. Dr. Yulia Evita

      selamat pagi ibu,
      sudah pernah meluangkan waktu untuk berbicara dengan suami mengenai kebiasaannya? untuk kasus seperti anda sebaiknya bicarakan dengan kepala yang dingin agar tidak terjadi pertengkaran dalam keluarga.
      atau bisa menggunakan anak sebagai mediator komunikasi anda dengan suami anda.
      terimakasih

  4. mirna

    Sama, suami saya lebih senang keluar sama temannya dbandingkan ajak saya dan anaknya jalan2 , bahkan sekarang kecanduan coc, daridulu suka main game, jarang ngobrol sama saya, kadang suka marah marah, bertahan demi anak

    1. Dr. Yulia Evita

      selamat ppagi ibu,
      sudah pernah meluangkan waktu untuk berbicara dengan suami mengenai kebiasaannya? untuk kasus seperti anda sebaiknya bicarakan dengan kepala yang dingin agar tidak terjadi pertengkaran dalam keluarga.
      atau bisa menggunakan anak sebagai mediator komunikasi anda dengan suami anda.
      terimakasih

  5. Raya ananda

    Sy seorang istri kmi menikah hampir 5thn.di akhir thn ke 4 dan awal thn ke 5 usia pernikahan kmi.sy sebagai istri mulai merasa jenuh.ibarat makan hanya terasa asin.tdk ada selera makan.perasaan jenuh selalu ingin sy buang jauh2 tetapi sulit.krna kmi terlalu sibuk untuk memikirkan bgaimna usaha kami bsa maju.tpi sy merasa kehilangan sosok seorang yg sy kenal dulu sy merindukan sesuatu moment2 yg dulu kami lewati .entah apa mungkin suami sy jg merasakan hal yg sama. Selalu telintas dlam benak sy. Ingin mengakhiri tetapi sy teringan anak2 berat buat sy melupakan sakit luka hati.tetapi kembali sy tatap anak2 kami.apa yg harus sy lakukan untuk membuat sy mengatasi jenuh dalam sebuah hub pernikahan sy?

    1. Dr. Yulia Evita

      selamat pagi ibu,
      saat ini mungkin anda tidak lagi merasakan hal yang dulu terasa manis dan indah tp bisakah anda berfikir bahwa sang suami sedang memikirkan bagaimana agar usahanya maju dan itu merupakan bekal yang akan dia gunakan untuk memenuhi kebutuhan ibu dan anak-anaknya kelak. mungkin bapak tidak seromantis yang dulu dalam hal apapun, mungkin rasa manis yang dirasakan sudah tidak terasa lagi namun liatlah perjuangannya. perjuangannya memenuhi kebutuhan ekonomi untuk keluarganya adalah bukti nyata atas cintanya pada ibu dan anak-anak.
      coba untuk mensupportnya, meluangkan waktu untuk sekedar bercandatawa dengan suami, ajak suami untuk kembali berkomunikasi seperti dahulu.
      seiring berjalannya kehidupan berkeluarga, rasa manis yang dulu dirasakan mungkin tidak akan ada lagi namun komitmen yang diucapkan saat anda menikah harus bisa anda jaga.
      semoga bapak dan ibu bisa kembali menjalani kehidupan rumah tangga yang hangat.
      terimakasih

  6. adeda .

    saya seorang suami. sudah menikah 10 tahun lebih. dan anak 1 umur 9 tahun. pokoknya jenuh saya……jenuuuuuhhhhhh…. sampai bingung mau nulis gimana…. argghhttt

Leave a Comment

Isi Angka Dibawah Untuk Menghindari Spam *