Rasa Cinta Ternyata Bisa Kadaluwarsa

DokterSehat.Com– Banyak orang yang menikah dengan alasan saling mencintai. Bahkan, karena rasa cinta ini pula banyak pasangan bisa bertahan dalam ikatan pernikahan hingga akhir hayat. Namun, dalam sebuah penelitian yang dilakukan di Universitas Otonomi Nasional di Meksiko, disebutkan bahwa rasa cinta sebenarnya bisa kadaluwarsa.

doktersehat-pasangan-couple-masalah-seks-impotensi-ejakulasi-dini-klamidia

Dalam penelitian ini, disebutkan bahwa sensasi berbunga-bunga saat jatuh cinta ternyata disebabkan oleh adanya senyawa kimia yang aktif pada otak. Hal ini akan meningkatkan produksi hormon dopamine, endorphin, oksitosin, neuropinephrine hingga feromon yang membuat kita semakin berbahagia dan berseri-seri. Sayangnya, sebesar apapun rasa cinta kita pada seseorang, hal ini ternyata cenderung akan segera habis setelah 4 tahun saja. Habisnya rasa cinta ini disebabkan karena habisnya cadangan hormon yang ada dalam otak.

Penelitian ini juga menyebutkan bahwa seseorang yang sedang jatuh cinta akan mengalami karakteristik neurosis obsesif-kompulsif. Hal ini berarti, kondisi jatuh cinta bisa membuat seseorang susah tidur hingga penurunan nafsu makan akibat dari terlalu banyak memikirkan cintanya.

Lantas, bagaimana bisa ada pasangan yang bisa terus harmonis setelah 4 tahun bersama meskipun rasa cinta ini sudah kadaluwarsa? Hal ini ternyata disebabkan oleh rasa saling ketergantungan satu sama lain akibat dari melakukan berbagai hal bersama-sama. Sebagai contoh, ada rasa saling ketergantungan untuk berhubungan intim hingga ketergantungan dalam hal emosi.

Melihat adanya fakta ini, kita tidak perlu khawatir jika rasa cinta pasangan pada kita akan memudar. Asalkan menjalani kehidupan rumah tangga dengan baik dan saling menghargai, maka tanpa rasa cinta pun kita tetap bisa hidup bersama dengan ikatan emosional yang kuat.