Rantidin – Kontraindikasi, Penggunaan untuk Kehamilan dan Menyusui

Nama: Ranitidin

ranitidin-doktersehat

Kontraindikasi
Hipersensitivitas terhadap ranitidin atau komponen yang ada pada formula obat

Peringatan

  • Jika GERD tidak merespon secara adekuat dalam 6-8 minggu, jangan tingkatkan dosis, resepkan obat jenis proton pump inhibitor seperti omeprazol, lanzoprazol
  • Terapi ranitidine dalam durasi yang panjang akan menyebabkan malabsobsi vitamin B12 dan defisiensi vitamin B12; deraat defisiensi tergantung dosis dan cenderung lebih sering terjadi pada wanita dan pasien usia lebih muda (<30 tahun)
  • Hati-hati pada pasien dengan kerusakan ginjal, sesuaikan dosis
  • Hati-hati pada pasien dengan kerusakan hati
  • Peningkatan kadar ALT dilaporkan ketika menggunakan dosis yang lebih tinggi (>100 mg) atau pemberian ranitidin terlalu lama melalui jalur intravena (pembuluh darah vena) di atas 5 hari, awasi kadar ALT sebagai pengingat terapi
  • Cegah pasien dengan porfiria akut, yang akan memicu serangan porfiria
  • Gejala yang mereda tidak dapat menyingkirkan kemungkinan keganasan lambung (kanker lambung)
  • Status konfusi (kebingungan) reversibel dilaporkan dengan penggunaan ranitidin (biasanya di atas usia 50 tahun dan gangguan liver atau ginjal); yang hilang dalam 3 – 4 hari setelah obat dihentikan.

Kehamilan dan Menyusui
Keamanan untuk kehamilan: Kategori B.

Jenis kategori obat untuk kehamilan:

  • Kategori A: Secara umum dapat diterima, telah melalui penelitian pada wanita-wanita hamil, dan menunjukkan tidak ada bukti kerusakan janin
  • Kategori B: Mungkin dapat diterima oleh wanita hamil, telah melalui penelitian pada hewan coba namun belum ada bukti penelitian langsung pada manusia.
  • Kategori C: Digunakan dengan hati-hati. Penelitian pada hewan coba menunjukkan risiko dan belum ada penelitian langsung pada manusia
  • Kategori D: Digunakan jika memang tidak ada obat lain yang dapat digunakan, dan dalam kondisi mengancam jiwa.
  • Kategori X: Jangan digunakan pada kehamilan.
  • Kategori NA: Tidak ada informasi

Pada ibu menyusui, obat dapat diekskresikan melalui ASI, maka gunakan dengan cermat dan hati-hati.

Ranitidin :   1   2