Rambut Rontok – Penyebab dan Penanganan

Dokter tidak tahu mengapa folikel rambut tertentu diprogram untuk memiliki masa pertumbuhan yang lebih pendek dari yang lain. Namun, beberapa faktor dapat mempengaruhi kerontokan rambut:

doktersehat-rambut-rontok-daun-jambu-biji

  • Hormon, seperti tingkat androgen yang normal (hormon laki-laki biasanya dihasilkan oleh pria dan wanita)
  • Gen, dari orang tua baik dari ibu maupun ayah, dapat mempengaruhi kecenderungan seseorang untuk mendapatkan male pattern baldness atau female pattern baldness.
  • Stres, penyakit, dan melahirkan dapat menyebabkan kerontokan sementara. Kurap ringworm di kulit kepala yang disebabkan oleh infeksi jamur juga dapat menyebabkan rambut rontok.
  • Obat-obatan, termasuk obat kemoterapi yang digunakan dalam pengobatan kanker, pengencer darah, beta blocker-adrenergik digunakan untuk mengontrol tekanan darah, dan pil KB, dapat menyebabkan kerontokan rambut sementara.
  • Luka bakar, cedera, dan sinar-X dapat menyebabkan kerontokan rambut sementara. Dalam kasus tersebut, pertumbuhan rambut normal biasanya kembali setelah menyembuhkan cedera kecuali ada jaringan parut.
  • Penyakit autoimun dapat menyebabkan alopesia areata. Dalam alopesia areata, sistem kekebalan tubuh turun untuk alasan yang tidak diketahui dan mempengaruhi folikel rambut. Pada kebanyakan orang dengan alopesia areata, rambut tumbuh kembali, meskipun mungkin ada yang tumbuh sangat baik dan mungkin ada yang mendapatkan warna yang lebih terang dari sebelumnya
  • Prosedur kosmetik, seperti keramas terlalu sering, bleaching, dan mewarnai rambut dapat berkontribusi untuk penipisan rambut secara keseluruhan dengan membuat rambut lemah dan rapuh. Mengucir rambut dengan ketat, menggunakan rol atau pencatok panas, dengan obat-obatan rambut juga dapat merusak dan mematahkan rambut. Namun, prosedur ini tidak menyebabkan kebotakan. Dalam kebanyakan kasus rambut tumbuh kembali normal jika sumber masalah diatasi. Namun, kerusakan parah pada rambut atau kulit kepala kadang-kadang menyebabkan kebotakan permanen.
  • Kondisi medis. Penyakit tiroid, lupus, diabetes, kekurangan zat besi, gangguan makan, dan anemia dapat menyebabkan kerontokan rambut. Sering kali, ketika kondisi yang mendasari diobati, rambut akan kembali kecuali ada jaringan parut seperti dalam beberapa kasus penyakit yaitu lupus, lichen planus atau gangguan folikel.
  • Diet rendah protein atau parah diet kalori terbatas juga dapat menyebabkan kerontokan rambut sementara.
Baca Juga:  Penyakit Parkinson - Faktor Risiko

Penanganan
Kerontokan rambut dapat diatasi dengan mengetahui penyebab pastinya. Dengan mengetahui penyebab pastinya, maka kerontokan dapat dicari solusinya.