Rambut Jagung Solusi Pencegah Diabetes Mellitus

DokterSehat.Com – Diabetes mellitus (DM) merupakan penyakit metabolik akibat kelainan produksi insulin, kerja insulin, atau kedua-duanya sehingga mengakibatkan peningkatan kadar gula darah yang dapat mengakibatkan kerusakan pada beberapa organ tubuh seperti ginjal, saraf, mata, dan juga berkontribusi untuk berkembangnya proses penyakit penyempitan pembuluh darah (aterosklerosis) yang akan berefek pada gangguan jantung, otak dan organ lain dalam tubuh yang dipengaruhi oleh kadar gula darah. Temuan tersebut semakin membuktikan bahwa penyakit DM merupakan masalah kesehatan masyarakat yang sangat serius. Untuk itu diperlukan penanganan yang tepat bagi penderita DM.

doktersehat-jagung

Terapi medis bagi penderita diabetes meliputi pengontrolan kadar glukosa darah dengan cara pemberian obat hipoglikemik oral/agen antihiperglikemik dan insulin yang memiliki kerja yang terbatas dan efek samping obat yang tidak dapat dihindari, sehingga muncul ketertarikan pada penggunaan sumber alami yang berasal dari tumbuhan sebagai salah satu manajemen alternatif dalam menangani penderita DM.

Rambut jagung diketahui memiliki berbagai macam khasiat, sehingga banyak digunakan untuk pengobatan alternatif beberapa penyakit. Namun, selama ini rambut jagung kurang dimanfaatkan dan cenderung menjadi bahan yang terbuang mengingat rambut jagung merupakan bagian tanaman yang bukan untuk dimakan. Padahal di Indonesia, tanaman jagung adalah salah satu komuditas hasil panen terbesar yang pernah ada.

Berdasarkan data penelitian BPPT (2005) dan hasil penelitian Rahmayani (2007), rambut jagung memiliki kandungan rambut jagung mengandung saponin, zat samak, flavonoid, minyak atsiri, minyak lemak, alantoin, dan zat pahit. Rambut jagung juga mengandung maysin, beta-karoten, beta-sitosterol, geraniol, hordenin, limonen, mentol, dan viteksin. Salah satu kandungan yang cukup besar dan cukup berpengaruh dalam hal ini adalah zat flavonoid.

Zat yang Berperan Penting
Flavonoid dapat menghambat enzim alfa amilase dan alfa glukosidase melalui agen obat-obatan seperti acarbose yang merupakan strategi klinik yang disepakati untuk mengontrol kadar glukosa darah setelah makan sehingga dalam proses kerja inilah yang mampu menjelaskan efek flavonoid dalam menurunkan kadar glukosa darah.

Baca Juga:  Wanita Mirip Pria? Bisa Jadi Akibat Virilization

Flavonoid dan turunannya berperan aktif dalam menghambat aldosa reduktase, seperti quercetin, silymarin, puerarin, baicalim, berberin, dan apigenin. Jika aldosa reduktase dihambat maka secara efektif dapat mencegah dan menunda komplikasi penyakit DM.

Inovasi Teh Rambut Jagung
Saat ini sedang dikembangkan suatu inovasi dengan memanfaatkan rambut jagung sebagai bahan dasar pembuatan teh rambut jagung melalui metode ekstraksi sehingga menjadi bahan simplisia. Dan pada akhirnya teh rambut jagung ini dapat dikemas seperti teh celup yang praktis, mudah dibawa kemana-mana dan cepat dalam proses penyajiannya. Inovasi ini dirasakan cocok untuk menjawab permasalahan dalam menurunkan angka prevalensi DM yang masih cukup tinggi di Indonesia, apabila dikaitkan dengan gaya hidup masyarakat modern yang ingin serba instan.