Ramai Kampanye CELUP, Mengapa Kita Terobsesi Untuk Memviralkan Foto dan Video di Media Sosial?

DokterSehat.Com– Belakangan ini kita tentu sering melihat foto dan video yang viral di media sosial. Berbagai foto dan video ini tentu akan menjadi perbincangan hangat para warganet, baik yang pro maupun yang kontra. Sayangnya, beberapa foto dan video yang viral ini justru mendapatkan kecaman bagi banyak orang karena menjadi ajang fitnah atau pembunuhan karakter seseorang. Sebuah pertanyaan pun muncul, mengapa kita cenderung terobsesi untuk memviralkan foto dan video di media sosial tanpa melakukan pengecekan terlebih dahulu?

doktersehat-gadget-handphone-media-sosial

Unggahan video yang viral yang mengundang kecaman pertama adalah kakak beradik yang dicap sebagai pasangan gay. Padahal, keduanya ternyata adalah saudara kandung. Pihak keluarga bahkan sampai trauma akibat dari viralnya video tentang tudingan ini. Kemudian, belakangan ini media sosial juga dihebohkan oleh kampanye CELUP yang dianggap tidak menghargai privasi orang lain.

kakak-beradik-dikira-gay

Photo Credit: Youtube/ medanspot

Pakar psikologi klinis dari Universitas Indonesia, Ivan Sujana, menyebutkan bahwa media sosial memang membentuk perilaku masyarakat masa kini untuk menjadi narsis. Sayangnya, kita juga cenderung masih kurang memiliki rasa empati pada orang lain. Alhasil, kita ingin menjadi yang pertama atau yang ikut-ikutan menyebarkan foto dan video yang viral tanpa kita cek terlebih dahulu kebenarannya karena ingin merasakan sensasi berupa unggahannya menjadi viral dan disukai atau dikomen oleh banyak orang.

Selain itu, banyak orang yang ternyata masih berpikir “yang penting mendapatkan berita”. Toh kalau nanti benar atau salah pasti akan ada konfirmasi dari pihak-pihak yang merasa dirugikan jika ternyata tidak benar. Padahal, hal ini sangat tidak benar. Pihak yang dirugikan karena berita tidak benar ini bisa menanggung dampak psikis atau bahkan material yang sangat luar biasa.

Baca Juga:  Kebiasaan Orang Tua di Media Sosial Ini Sebaiknya Jangan Dilakukan

Cobalah untuk lebih berempati pada orang lain dan pastikan untuk menahan diri saat melihat unggahan foto atau video yang viral agar kita tidak menjadi orang-orang yang ikut memviralkannya karena belum tentu unggahan tersebut benar atau tidak merugikan orang lain.