Radang Usus Buntu

DokterSehat.Com – Penyakit radang usus buntu terjadi ketika appendix atau yang biasa disebut dengan usus buntu pecah hingga dapat menimbulkan rasa yang sangat menyakitkan. Radang usus buntu terjadi pada sekitar 250.000 ribu orang dalam satu tahun di Amerika Serikat. Pada negara Asia dan juga Afrika, radang usus buntu lebih sedikit terjadi karena pola makan yang berbeda. Menurut data survei juga dikatakan bahwa radang usus buntu terjadi lebih sering pada pria daripada wanita.

12

Gejala

  • Sakit pada bagian perut kanan bagian bawah. Kadang-kadang sakit bisa menjalar ke semua bagian perut. Sakit juga timbul pada daerah kanan bawah jika melakukan penekanan pada bagian kiri perut.
  • Demam yang terjadi selama penyakit ini terjadi.
  • Mual dan juga muntah.
  • Tidak nafsu makan.
  • Pemeriksaan laboratorium akan menunjukkan peningkatan sel darah putih sebagai tanda infeksi dari penyakit ini.
  • Pemeriksaan USG (Ultrasonography) juga diperlukan untuk menegakkan diagnosis dari penyakit ini.

Penyebab

Penyebab penyakit radang usus buntu bermacam-macam, salah satunya adalah menumpuknya makanan-makanan yang diolah di dalam organ pencernaan yang tidak dapat dikeluarkan. Faktor risiko juga bisa disebabkan oleh pola makan dan pola kerja, seperti jarang minum, makan makanan yang kurang sehat, dan lebih sulit makan sayur. Makan sesuatu yang berbiji seperti cabai akan membuat makanan itu sering terselip pada organ pencernaan usus buntu ini. Jika dibiarkana lama-lama maka akan menjadi sarang bakteri dan menyebabkan peradangan usus buntu yang akan berujung pada pembengkakan organ pencernaan.

Pengobatan

Pengobatan dari radang usus buntu dilakukan dengan pengangkatan usus buntu. Jika memiliki gejala di atas, segera periksakan diri ke dokter yang terdekat, sehingga pengobatan dan penanganan yang tepat tidak terlambat dilakukan. Operasi atau pengangkatan organ ini akan dilakukan oleh dokter spesialis bedah untuk mencegah komplikasi lebih lanjut seperti radang selaput perut yang terjadi akibat radang usus buntu yang dibiarkan terlalu lama.