Rabies – Penyebab, Penularan, dan Gejala Pada Hewan

Bagi manusia untuk mendapatkan rabies, dua hal harus terjadi. Pertama, Anda harus memiliki kontak dengan hewan yang memiliki rabies. Kedua, kontak harus memungkinkan untuk transmisi bahan yang terinfeksi, yang akan melibatkan paparan air liur hewan yang terinfeksi biasanya melalui gigitan atau goresan. Jaringan yang terkontaminasi pada hewan rabies termasuk air liur. Jaringan lain yang berpotensi menularkan ada dalam otak atau jaringan saraf. Virus ini ditularkan hanya ketika virus masuk ke luka gigitan, luka terbuka di kulit, atau ke selaput lendir (misalnya, mata, hidung, atau mulut). Virus ini kemudian menyebar dari lokasi pajanan ke otak dan akhirnya menyebar ke seluruh organ utama tubuh Anda.

doktersehat-anjing-virus-rabies

Cara Virus Ini Ditularkan
Gigitan dari hewan yang terinfeksi merupakan sumber yang paling umum dari penularan. Goresan oleh hewan yang terinfeksi jauh lebih kecil kemungkinannya untuk menyebabkan infeksi tetapi masih dianggap sebagai sumber potensial penularan rabies. Oleh karena itu, pengobatan mungkin diperlukan setelah terkena goresan kelelawar.

Pada sebagian besar kasus rabies pada manusia terkait dengan kelelawar, riwayat pasti gigitan kelelawar atau goresan tidak dapat dikonfirmasi. Tidak jelas bagaimana virus itu ditularkan dalam kasus lain – mungkin gigitan tidak terdeteksi pada pasien yang mengaku tidak tergigit hewan apapun.

Rabies jarang ditularkan dengan cara lain. Contoh cara lain adalah meliputi transplantasi organ, menghirup sejumlah besar kotoran kelelawar di udara dari sebuah gua, dan menghirup sejumlah virus pada pekerja laboratorium yang meneliti rabies.

Gejala dan Tanda Rabies
Tanda dan Gejala Pada Hewan

  • Hewan yang terinfeksi rabies dapat tampak sakit, gila, atau seperti kesetanan. Ini adalah asal dari sebutan “anjing gila.” Namun, hewan yang terinfeksi rabies juga dapat tampak terlalu ramah, jinak, atau bingung. Mereka bahkan dapat tampak normal.
  • Perilaku hewan rabies mungkin tidak biasa. Misalnya, melihat binatang liar yang biasanya muncul malam hari namun ada di siang hari (misalnya, kelelawar atau rubah) atau melihat binatang liar yang biasanya pemalu tapi muncul di muka umum bahkan tampak jinak dan ramah harus meningkatkan kecurigaan bahwa hewan mungkin memiliki rabies.