Pusar Sebaiknya Rutin Dibersihkan Agar Tidak Terkena Masalah Kesehatan Berikut Ini

DokterSehat.Com – Salah satu bagian tubuh yang sangat jarang dibersihkan adalah pusar. Banyak dari kita yang bahkan tetap membiarkan pusar hingga penuh dengan kotoran dan berwarna putih. Pakar kesehatan berkata bahwa membersihkan pusar haruslah rutin dilakukan agar kotoran tidak menumpuk di dalamnya. Jika hal ini terjadi, maka kita beresiko mengalami berbagai masalah kesehatan seperti sebagai berikut.

doktersehat-selulit-perut-buncit-sindrom-cushing

Pusar terasa gatal dan bau
Masalah kesehatan pertama yang akan kita rasakan jika malas membersihkan pusar adalah munculnya rasa gatal, bau, ruam-ruam kemerahan, hingga pusar yang berair. Rasa gatal dan bau ini disebabkan oleh adanya jamur, bakteri, hingga kuman yang memicu infeksi. Tak hanya bisa membuat masalah di luar kulit, pusar yang kotor dan terkena infeksi sebaiknya tidak dibiarkan karena bisa saja memicu masalah di berbagai organ dalam tubuh.

Pusar lecet dan kering
Semakin lama kotoran pada pusar dibersihkan, maka kotoran ini akan semakin menumpuk dan mengering. Jika kita baru mau membersihkan pusar saat kondisi kotoran sudah menumpuk seperti ini, maka pusar bisa dengan mudah lecet-lecet atau bahkan terluka. Banyak dari kita yang kesulitan membersihkan kotoran pada pusar yang sudah menumpuk akhirnya menggunakan alkohol dengan jumlah yang cukup banyak agar bisa lebih mudah membersihkannya. Padahal, hal ini akan membuat pusar menjadi semakin kering.

Pusar menjadi sarang bakteri dan jamur
Sebuah penelitian terbaru menunjukkan fakta bahwa di dalam pusar yang jarang dibersihkan, kita bisa menemukan lebih dari 65 jenis mikro bakteri. Selain itu, ada pula berbagai kotoran, debu, sel kulit mati, sisa sabun, hingga keringat. Pusar yang kotor juga bisa menjadi tempat yang ideal bagi tumbuhnya jamur sehingga akhirnya rentan untuk mengalami infeksi jamur. Bagi ibu hamil, infeksi jamur pada pusar ini bahkan bisa berbahaya bagi kandungannya.

Pakar kesehatan menyarankan kita untuk membersihkan pusar setidaknya sekali dalam seminggu. Kita bisa menggunakan minyak telon, minyak kayu putih, atau beberapa tetes alkohol pada kapas atau cotton bud untuk membersihkannya.