Punya Nafas Tak Sedap? Coba Atasi dengan Cara Ini

DokterSehat.Com – Memiliki nafas tak sedap tentunya akan sangat mengganggu. Seseorang yang memiliki nafas tak sedap tentunya akan merasa rendah diri dan menjadi tidak percaya diri dalam pergaulannya. Nafas berbau bisa jadi menandakan adanya suatu kelainan di rongga mulut atau sistemik tubuh. Apabila nafas tak sedap berlangsung lama harus berkonsultasi ke dokter untuk dicari betul penyebab utama agar dapat diketahui dan diberi terapi yang tepat.
Berikut adalah kiat untuk solusi awal nafas tak sedap yang bisa kita lakukan sendiri:

doktersehat-kanker-mulut-bau-cegukan

1. Sikat gigi dan gunakan mouthwash
Plak-plak yang menempel dan penumpukan sisa makanan dapat membentuk terjadinya kolonisasi bakteri yang menyebakan nafas menjadi berbau. Makanan yang terjebak disela-sela gigi juga dapat menyebabkan bakteri berkumpul sehingga menyebabkan bau nafas tidak sedap. Oleh karena itu sangat disarankan untuk menggosok gigi paling tidak dua kali sehari. Jika dirasakan masih kurang, gosok gigi lebih sering terutama setelah makan juga dianjurkan. Jangan menggosok gigi terlalu keras. Menyikat gigi terlalu keras justru dapat merusak gigi sehingga gigi malah menjadi rentan terhadap pembusukan.
Selain menggosok gigi, dapat digunakan pula mouthwash. Pilihlah mouthwash yang selain memberikan rasa segar, juga dapat membunuh bakteri penyebab bau mulut.

2. Stop kebiasaan merokok
Merokok menyebabkan berbagai macam masalah pada rongga mukut antara lain kanker, dapat merusak gusi, dapat menyebabkan warna gigi menjadi kecoklatan dan yang tidak kalah penting adalah menyebabkan nafas berbau tidak sedap. Satu-satunya untuk menghilangkan nafas berbau tak sedap karena rokok adalah dengan benar-benar menghentikannya.

3. Hindari makanan yang dapat membuat nafas menjadi asam
Contoh makanan yang harus dihindari adalah bawang putih dan bawang bombay dan menggosok gigi tidak menyelesaikan masalah karena bau yang diakibatkan makanan tersebut. Kandungan pada bawang tersebut menyebabkan nafas tak sedap melalui aliran darah yang kemudian bermigrasi ke paru dan ketika ekspirasi menyebabkan nafas berbau. Cara terbaik menghilangkan nafas bau karena makanan diatas adalah dengan tidak mengkonsumsinya.
Bakteri di dalam mulut juga sangat menyukai gula. Hal ini menyebabkan kerusakan gigi dan menyebabkan bau mulut, sehingga pembatasan konsumsi gula juga perlu diperhatikan.

Baca Juga:  Penderita Skoliosis Perlu Ditangani Segera

4. Sikat Lidah
Menyikat lidah ternyata juga disarankan dikarenakan lapisan lidah bagian atas juga dapat menjadi habitat yang baik untuk pertumbuhan bakteri penyebab nafas tak sedap. Menggosok lidah dapat menggunakan sikat gigi, dan disikatkan secara gentke mencapai ke seluruh area lidah sehingga bakteri, sisa makanan, dan sel-sel mati bisa terangkat.

5. Jaga “kelembaban” rongga mulut
Kelembaban yang dimaksud disini adalah menjaga agar rongga mulut tidak dalam keadaan kering. Kerusakan gigi dan bau mulut dapat terjadi jika rongga mulut tidak cukup memproduksi air liur. Langkah yang dapat ditempuh antara lain minum air putih yang banyak dan sering agar rongga mulut tidak kering. Minum air putih setelah makan juga dapat pula membantu mengurangi partikel-partikel makanan yang terjebak di sela-sela gigi.
Selain itu, agar mulut tidak kering bisa pula dengan cara mengkonsumsi permen karet rendah gula. Hal ini dikarenakan dengan mengunyah permen karet merangsang kelenjar saliva untuk memproduksi air liur.

6. Konsultasi ke dokter
Nafas berbau tak sedap yang berlangsung lama dan tidak membaik dengan langkah diatas harus dicurigai adanya suatu masalah dalam tubuh yang perlu diatasi. Masalah tersebut bisa didalam rongga mulut seperti penyakit pada gusi. Pada penyakit gusi, bakteri berkumpul pada celah di dasar gigi, yang menyebabkan nafas tak sedap. Pada kasus seperti ini disarankan untuk konsultasi ke dokter gigi.

Demikian beberapa tips agar nafas tidak berbau. Tips diatas dapat dilakukan sebagai solusi awal. Apabila keluhan nafas tak sedap tidak membaik dan berlangsung lama hendaknya segera berkonsultasi ke dokter.