Puasa Cegah Berbagai Penyakit Kronis

Doktersehat.com –  Bulan  Ramadan telah tiba. Tidak hanya sekadar beribadah, namun berpuasa saat Ramadan pun memiliki banyak kegunaan bagi kesehatan tubuh manusia.



Jika mengerti arti pentingnya berpuasa dan menjalaninya dengan baik, puasa dapat membuat kita menjadi sehat. Tetapi kalau kita tidak mengetahui pentingnya puasa, bisa jadi kita lengah bahkan tidak mendapat hikmah sehat berpuasa.

Puasa Ramadan yang dilaksanakan masyarakat Muslim merupakan suatu keadaan yang secara medis dikenal sebagai Prolonged Intermittent Fasting.

Puasa merupakan pengaturan makan di mana biasanya kita makan tiga kali menjadi dua kali dengan jarak antara dua waktu makan sekira 14 jam, yaitu tidak mengonsumsi makanan dan minuman mulai dari sahur sampai dengan berbuka. Dengan pengaturan makan ini akan terjadi pengurangan asupan makan atau asupan kalori.

Kenapa puasa memperbaiki gaya hidup tidak sehat?
Puasa Ramadhan yang dilaksanakan masyarakat muslim merupakan suatu keadaan yang secara medis dikenal sebagai Prolonged Intermittent Fasting. Puasa adalah pengaturan makan dimana biasanya kita makan 3 kali menjadi 2 kali dengan jarak antara 2 makan sekitar 14 jam yaitu tidak menkonsumsi makan dan minum mulai dari sahur sampai dengan berbuka.
Dengan pengaturan makan ini, akan terjadi pengurangan asupan makan atau asupan kalori. Dengan mengurangi makan terjadi penurunan asupan kalori, asupan lemak juga berkurang. Asupan lemak yang berkurang akan juga mengurangi asupan kolesterol. Jika seseorang berpuasa dengan baik mustinya parameter laboratorium akan membaik.
Kolesterol total, trigliserida akan menurun. Begitu pula kolesterol jahat (LDL) juga akan menurun. Kadar asam urat mustinya juga menurun, begitu pula bagi orang yang memang sudah menderita gula darah tinggi, mustinya gula darahnya juga terkontrol. Berbagai penelitian pada penduduk yang berpuasa melaporkan penurunan kadar LDL dan meningkatnya kadar HDL. Hal ini jelas positif untuk pencegahan penyakit kardiovaskuler. Hal ini tidak terwujud kalau kita menerapkan budaya balas dendam saat berbuka dengan mengonsumsi makan secara berlebih-lebihan.
Selama melaksanakan puasa Ramadhan, seharusnya juga bagi seorang perokok dapat mengurangi konsumsi rokok. Selama puasa, para perokok bisa berpuasa untuk tidak merokok, karena merokok membatalkan puasa. Para perokok dapat menahan diri untuk tidak merokok selama 14 jam. Setelah waktu berbuka sampai sahur, perokok pun harus melakukan aktivitas sholat wajib dan sholat tarawih dan juga perlu tidur, sehingga otomatis mereka pasti akan mengurangi rokok.
Selama Ramadhan, aktivitas sehari-hari sebaiknya tetap dilakukan. Tidur sepanjang hari dengan alasan berpuasa tidak dianjurkan, baik secara medis maupun secara agama. Selama puasa Ramadhan selain melaksanakan ibadah wajib, masyarakat yang melaksanakan puasa tetap dianjurkan untuk menambah ibadah sunat termasuk sholat. Malam hari diisi oleh sholat tarawih ada yang 11 raka’at ada yang 23 rakaat.
Konsumsi sayur dan buah-buahan dianjurkan saat buka dan sayur-sayuran. Menu yang dianjurkan saat berbuka adalah jus buah dan konsumsi kurma dan tetap juga mengonsumsi sayur-sayuran saat makan berbuka dan saat sahur. Buah-buahan dan sayur-sayuran mengandung serat, mineral, vitamin,anti oksidan dan karbohodrat kompleks, untuk kacang-kacangan bahkan juga mengandung protein nabati.
Akhirnya, dengan berpuasa kita bisa mengatur makan kita, mengurangi konsumsi karbohidrat dan lemak, mengurangi rokok bagi yang merokok, tetap melakukan aktifitas dan meningkatkan konsumsi sayur dan buah-buahan. Rangkaian aktivitas sehat ini akan membuat tubuh kita sehat dan terhindar dari berbagai penyakit degeneratif seperti stroke, sakit jantung dan obesitas.

Baca Juga:  Faktor Sariawan Dan Penyebabnya

Berikut paparan penjelasan yang terjadi di dalam tubuh sebagai manfaat berpuasa Ramadan pada kesehatan, yang dijelaskan Dr. Ari Fahrial Syam, Praktisi Klinis, RSCM, dalam rilis yang diterima Okezone, Kamis (19/7/2012).

Asupan lemak berkurang

Dengan mengurangi asupan makan terjadi penurunan asupan kalori, asupan lemak juga berkurang. Asupan lemak yang berkurang juga akan mengurangi asupan kolesterol.

Kadar kolesterol membaik

Jika seseorang berpuasa dengan baik mustinya parameter laboratorium akan membaik. Kolesterol total, trigliserida akan menurun, begitu pula kolesterol jahat (LDL) juga akan menurun.

Kadar asam urat dan gula darah juga membaik

Kadar asam urat mustinya juga menurun, begitu pula bagi orang yang memang sudah menderita gula darah tinggi, mustinya gula darahnya juga terkontrol.

Berbagai penelitian pada penduduk yang berpuasa melaporkan penurunan kadar LDL dan meningkatnya kadar HDL, hal ini jelas positif untuk pencegahan penyakit kardiovaskuler.

“Namun, hal ini tidak terwujud kalau kita menerapkan budaya balas dendam saat berbuka dengan mengonsumsi makan secara berlebih-lebihan,” terang Dr. Ari Fahrial Syam.

Asupan racun dari rokok ke tubuh perokok banyak berkurang

Selama melaksanakan puasa Ramadan bagi seorang perokok bisa mengurangi konsumsi rokok. Selama puasa Ramadan, para perokok bisa berpuasa untuk tidak merokok, karena merokok membatalkan puasa.

“Para perokok dapat menahan diri untuk tidak merokok selama 14 jam. Setelah waktu berbuka sampai sahur lagi, perokok pun harus melakukan aktivitas salaty wajib dan salat tarawih dan perlu tidur, sehingga otomatis mereka pasti akan mengonsumsi rokok,” urai Dr. Ari.

Meminimalisasi risiko stroke, sakit jantung, dan obesitas

Jika dirangkum, puasa ternyata memiliki banyak manfaat untuk meminimalisasikan berbagai risiko penyakit.

“Akhirnya dengan berpuasa kita bisa mengatur makan, mengurangi konsumsi karbohidrat dan lemak, mengurangi rokok bagi yang merokok, tetap melakukan aktivitas, dan meningkatkan konsumsi sayur dan buah-buahan. Rangkaian aktivitas sehat ini akan membuat tubuh kita sehat dan terhindar dari berbagai penyakit degeneratif seperti stroke, sakit jantung, dan obesitas,” tutup Ari.

Sumber : kompas.health.com & okezone.com