Penyakit Radang Panggul (Pelvic Inflammatory Disease) – Prognosis

Jika didiagnosis dan diobati dini, pasien akan membaik. Hasilnya mungkin tidak sebaik jika orang menunggu terlalu lama sebelum perawatan dan/ atau terus melakukan praktik seksual yang tidak aman. Komplikasi yang bisa terjadi antara lain:

doktersehat-nyeri--pinggang-panggul

  • Kerusakan tuba dan jaringan parut bisa menyebabkan infertilitas. PID adalah penyebab paling umum infertilitas pada wanita. Setelah episode tunggal PID, 8% wanita tidak subur. Setelah dua episode, 19,5% wanita tidak subur; dan setelah tiga atau lebih episode, 40% wanita tidak subur.
  • Tingkat kehamilan ektopik adalah 12%-15% lebih tinggi pada wanita yang memiliki episode penyakit radang panggul.
  • Abses ovarium dapat terjadi setelah episode PID. PID yang tidak diobati juga membuat Anda berisiko mengalami abses tubo-ovarium (TOA). Pecahnya TOA dapat menyebabkan infeksi peritoneal yang meluas dan bisa berakibat fatal.
  • Wanita yang didiagnosis dengan PID berisiko tinggi mengalami PID lagi. Sebanyak sepertiga wanita yang pernah menderita PID akan menderita penyakit ini setidaknya sekali lagi. Dengan setiap kasus, risiko untuk menjadi infertil (tidak subur) meningkat.
  • Nyeri pelvis kronis didefinisikan sebagai nyeri pada organ reproduksi atau pelvis dengan durasi paling tidak enam bulan sehingga berefek pada organ reproduksi wanita tersebut. Rasa sakit dapat terjadi baik selama dan/ atau terpisah dari periode menstruasi. Sebanyak sepertiga wanita dengan PID mengalami nyeri panggul kronis, walaupun alasan pastinya tidak jelas. Nyeri panggul kronis mungkin terkait dengan jaringan parut dan peradangan yang terkait dengan PID dan terjadi pada sampai dengan 18% dari wanita dengan PID.
  • Pembesaran tuba Fallopi dikenal sebagai hidrosalping. Setelah episode PID, tuba Fallopi rusak dan dapat tersumbat, terisi cairan dan membesar.