Priapisme, Ereksi Nyeri dan Menetap

DokterSehat.com – Priapisme merupakan ereksi yang nyeri dan menetap, namun tidak berhubungan dengan gairah atau kepuasan seksual. Priapisme dapat terjadi pada semua kelompok umur, termasuk bayi yang baru lahir. Pada anak-anak priapisme biasa ditemukan pada penderita leukimia. Sel darah putih yang menyumbat atau menghalangi aliran darah dari penis sehingga terjadi priapisme. Selain itu, priapisme  pada anak juga bisa disebabkan trauma, baik pada penis sendiri ataupun pada daerah di bawah penis dan cedera korda spinalis.



Priapisme pada pria dewasa, penyebabnya belum bisa diketahui pasti. Namun , penyebab yang paling sering menimbulkan priapisme adalah obat-obatan yang disuntikan seperti obat psikosa (torazin, klorpromazin), obat anti hipertensi, marijuana, obat untuk impotensi, kokain, antikoagulan, tolbutamid, kortikosteroid, trazodon.

Gejala

Gejala yang ditunjukkan berupa ereksi yang nyeri yang tidak disebabkan adanya rangsangan seksual dan terjadi selama 4 jam tau lebih.

  • Low-flow priapism merupakan kondisi darah tidak dapat keluar dari penis.

          Penis menjadi keras dan bagian ujungnya lembut

         Disertai nyeri

  • High-flow priapism merupakan darah terlalu banyak mengalir ke penis.

          Penis tegak tapi tidak mengeras

          Biasanya tidak disertai nyeri.

Faktor pemicu

Faktor pemicu priapisme, antara lain

  • Cedera pada tulang belakang
  • Pembekuan darah.

Komplikasi

Bila dibiarkan begitu saja tandpa adanya perawatan maka priapisme bisa mengakibatkan kerusakan pada penis dan disfungsi ereksi secara permanen.

Diagnosis

Priapisme dapat diperiksa melalui :

  • Tes darah
  • Pemeriksaan pada rektum dan perut
  • Pemeriksaan berapa lama trjadi ereksi
  • Ultrasound.

Pengobatan

Tindakan pengobatan akan disesuaikan dengan penyebabnya. Bila priapisme disebabkan obat-obatan, maka pemakaian obat harus segera dihentikan. Bila priapisme disebabkan kerusakan saraf, maka akan diberikan obat bius melalui spinal. Jika penyebabnya bekuan darah maka dilakukan pembedahan untuk membuang bekuan darah atau membuat bypass agar sirkulasi penis normal kembali.