Pria Ternyata Terobsesi Dengan Ukuran Penis

DokterSehat.Com – Jika kita mendengarkan obrolan dari para pria yang sedang berkumpul, dalam beberapa waktu biasanya akan terdengar tentang masalah kehidupan seksual atau pengalaman seksual yang kita miliki. Pria memang cenderung bisa membicarakan masalah seksual dengan lebih jujur daripada kaum wanita. Beberapa penelitian bahkan menunjukkan bahwa kebanyakan pria ternyata terobsesi dengan ukuran penisnya meskipun pria tersebut masih belum menikah. Mengapa obsesi ini bisa muncul?

doktersehat-kesehatan-penis-obat-oles-Priapismus

Pria mendambakan kesempurnaan dalam kehidupan seks mereka. Dengan adanya obsesi pada penis, pria cenderung memiliki standar ukuran penis yang dirasa akan mampu memenuhi kebutuhan biologis pasangannya. Alasan inilah yang membuat banyak pria yang nekat untuk memperbesar atau memperpanjang penisnya. Pria bisa saja memakai krim pembesaran penis, perangkat layaknya pemompa agar penis menjadi lebih besar, atau bahkan meminum pil khusus yang diyakini bisa membuat ukuran penis menjadi sesuai dengan yang diidamkan. Uniknya, pakar kesehatan justru berkata jika pembesaran penis sebenarnya tidak begitu hal yang cukup efektif untuk dilakukan.

Sebuah penelitan yang dilakukan oleh Institute of Pychiatry menunjukkan bahwa rata-rata penis dari pria yang terdiri dari 15 ribu pria ternyata menunjukkan bahwa rata-rata penis sekitar 11,6 cm- 9,3 cm. Ukuran normal dari penis ini tentu akan cukup jauh berbeda dengan ukuran penis yang sering diidam-idamkan kaum pria demi memuaskan pasangannya. Bahkan, banyak pria yang mengalami dysmorphic disorder dimana pria bisa mengalami gangguan mental karena ketakutan akan ukuran dari penisnya.

Pakar kesehatan berkata jika pria tetap nekat untuk melakukan pembesaran penis, bisa jadi penisnya akan mengalami masalah kesehatan karena memang kegiatan ini tidak direkomendasikan secara medis. Beberapa orang melaporkan dirinya mengalami peyronie dimana penis akan cenderung mudah melengkung karena cedera, atau bahkan masalah kanker prostat. Pria sebaiknya cukup puas dengan ukuran penis yang dimiliki dan menghilangkan obsesi ukuran penis yang sebenarnya tidak terlalu signifikan bagi keharmonisan rumah tangga.