Pria Suka Menonton Televisi Terlalu Lama? Awas Resiko Gangguan Kesuburan

DokterSehat.Com – Salah satu kemajuan teknologi yang dengan mudah ditemui di hampir semua rumah adalah televisi. Adanya televisi akan membuat kita mendapatkan banyak hiburan setiap saat. Bagi kaum pria, televisi bisa menjadi hal yang menyenangkan mengingat ada banyak sekali acara televisi layaknya siaran sepakbola atau bahkan saluran film yang bisa dinikmati hingga berjam-jam lamanya atau hingga larut malam. Meskipun terlihat menyenangkan, ternyata ada dampak kesehatan bagi pria yang suka berlama-lama melihat televisi. Pakar kesehatan bahkan menyebutkan jika ada resiko gangguan kesuburan bagi pria jika mereka kerap menghabiskan waktu yang lama untuk menonton acara televisi.

doktersehat-game-kecanduan-pria-kelainan-porno-tv-malas-beresiko-kematian

Sebuah penelitian yang dilakukan di Copenhagen University, Denmark, menyebutkan jika pria yang memiliki kebiasaan menonton televisi hingga lima jam per harinya akan cenderung mengalami penurunan jumlah sperma dengan sangat signifikan. Bahkan, dari penelitian ini, diketahui bahwa penurunan sperma ini bisa mencapai satu per tiga dari jumlah normal produksi sperma pria!

Penelitian yang juga dirilis dalam jurnal bernama American Journal of Epidemiology ini menyebutkan jika ada 1.200 partisipan pria yang ikut terlibat. Para partisipan ini diteliti kebiasaan menonton televisi setiap harinya dan juga dicek jumlah spermanya. Hasilnya adalah, mereka yang menonton televisi dalam waktu yang lama, yakni sekitar lima jam setiap harinya, hanya akan memproduksi jumlah sperma sekitar 37 juta per millimeter cairan. Angka ini mungkin terlihat fantastis, namun, sebenarnya angka ini menurun dengan sangat signifikan karena normalnya pria justru akan memproduksi 52 juta sperma per millimeter cairan saat berejakulasi.

Pakar kesehatan menyebutkan jika pria yang menonton televisi dalam waktu yang lama akan cenderung tidak banyak bergerak. Bahkan jika pria ini mengkonsumsi camilan yang tidak sehat, maka tentu dampak kesehatan yang diterima akan jauh lebih buruk. Ada baiknya memang pria kini mulai menurunkan durasi menonton televisinya dalam sehari demi kesehatan tubuhnya.