Pria Sangat Rentan Terkena Kanker-Kanker Berikut

DokterSehat.Com – Salah satu penyakit yang paling mengerikan dan ditakuti oleh umat manusia adalah kanker. Bagaimana tidak, penyakit ini sangatlah mematikan dan cukup sulit untuk disembuhkan. Jika para kaum hawa sangat takut dengan beberapa jenis kanker layaknya kanker payudara atau kanker serviks, maka kaum pria juga memiliki kekhawatiran untuk terkena kanker-kanker seperti sebagai berikut.

doktersehat-Pembesaran-Prostat-Jinak-kanker-testis

Kanker prostat
Prostat adalah salah satu organ tubuh yang merupakan kelenjar yang berposisi mengelilingi uretra. Andai pria mengalami kanker prostat, maka Ia biasanya akan mengalami gejala berupa sensasi nyeri yang luar biasa pada area punggung, panggul, atau pinggulnya. Gejala lain dari kanker ini juga berupa sulitnya air seni dikeluarkan saat buang air kecil atau bahkan adanya darah yang keluar bersama dengan urine. Satu hal yang pasti, kanker prostat termasuk dalam kanker paling mematikan nomer dua bagi kaum pria setelah kanker paru-paru.

Kanker penis
Rumitnya jaringan yang ada di dalam penis membuat kanker bisa berkembang dengan pesat dan memicu berbagai kerusakan pada organ kelamin pria. Hanya saja, pakar kesehatan dari American Cancer Society menyebutkan jika kebanyakan kanker penis ditemukan pada bagian kulup atau area kulit penutup kepala penis yang belum disunat. Andai didiagnosa dengan lebih dini, biasanya kanker penis bisa cepat disembuhkan. Biasanya, kanker penis memunculkan gejala berupa benjolan, berubahnya warna kulit penis, munculnya ruam-ruam, pembengkakan pada penis, dan bau menyengat yang berasal dari bawah kulup.

Kanker testikel
Testikel memiliki fungsi penting bagi pria mengingat disinilah produksi sperma dan berbagai hormon terjadi. Sayangnya, banyak pria dengan usia lebih dari 33 tahun yang beresiko tinggi terkena kanker testikel. Kanker testikel biasanya memunculkan gejala berupa pembengkakan dan rasa nyeri pada perut bagian bawah. Beruntung,  kanker ini bisa diobati dan resiko meninggal karena kanker testikel cenderung rendah dimana rasionya hanya 1 dari 50 ribu kasus di seluruh dunia.