Pria Pemalas Cenderung Mengalami Penurunan Jumlah Sperma

DokterSehat.Com – Meskipun ada sebuah idiom yang menganggap jika aktivitas pria cenderung lebih banyak dan lebih melelahkan dari kaum hawa, dalam realitanya, banyak pria yang justru hidup malas-malasan setiap hari. Sebagai contoh, ada orang yang kesehariannya hanyalah duduk diam dan bekerja di meja kerjanya dan setelah di rumah hanya bersantai sambil menikmati acara televisi. Pria ini juga cenderung malas untuk berolahraga atau melakukan aktifitas fisik lainnya. Pakar kesehatan menyebutkan jika pria yang cenderung malas-malasan ternyata bisa mengalami masalah kesuburan.

doktersehat-game-kecanduan-pria-kelainan-porno-tv-malas-beresiko-kematian

Dari sebuth penelitian yang dilakukan oleh British Journal of Sport Medicine, diketahui jika ada kaitan erat antara keaktifan gaya hidup dengan produksi sperma pada pria. Jika seseorang tergolong malas-malasan dan lebih sering menonton televisi dalam durasi 20 jam setiap minggunya, maka pria ini akan memiliki penurunan produksi jumlah sperma dalam jumlah yang signifikan yang tentu akan berpengaruh besar pada tingkat kesuburannya. Menurut pakar kesehatan, penurunan angka jumlah sperma ini bahkan sangat signifikan jika dibandingkan dengan pria yang aktif melakukan olahraga, yakni hingga 44 persen!

Memang, kurang aktifnya seorang pria belum tentu memiliki pengaruh besar dalam penurunan jumlah produksi spermanya mengingat ada faktor-faktor lain yang juga bisa mempengaruhi penurunan kuantitas dan kualitas sperma seorang pria. Sebagai contoh, jika area skrotum atau buah zakar pria cenderung dalam kondisi hangat atau panas, maka produksi spermanya pun bisa mengalami gangguan. Hal ini kerap terjadi pada pria yang kerap memakai celana ketat.

Pakar kesehatan menyebutkan jika pria yang duduk bersantai atau bermalas-malasan dalam waktu yang lama ternyata bisa berimbas pada meningkatnya suhu pada skrotum atau buah zakarnya, tempat dimana sperma diproduksi. Jika hal ini dibiarkan begitu saja, tentu produksi sperma akan mengalami penurunan yang signifikan dan berpengaruh pada tingkat kesuburan. Dengan adanya fakta ini, ada baiknya memang pria harus rutin melakukan olahraga demi terjaganya kesehatan tubuh dan tingkat kesuburannya.