Pria Obesitas Berisiko Terkena Kanker prostat

DokterSehat.com – Kanker prostat merupakan kanker yang paling banyak menyerang pria. Kanker ini merupakan penyebab kematian nomor 2 pada pria setelah kanker paru-paru. Sebuah penelitian menemukan bahwa obesitas bisa menyebabkan pria rentan terserang kanker prostat.



Dalam penelitian tersebut diketahui bahwa pria obesitas yang melakukan pemeriksaan jaringan atau menjalani biopsi karena terdapat kanker jinak dapat meningkatkan risiko terserang kanker prostat di kemudian hari. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa obesitas berkaitan dengan risiko kanker prostat.

Dari hasil pemantauan 494 orang pasien selama 14 tahun ini diketahui bahwa setelah menjalani biopsi ditemukan adanya kanker jinak. Obesitas saat biopsi ini ternyata berhubungan dengan peningkatan terjadinya kanker prostat pada pemeriksaan lanjutan sebesar 57%.

Pada saat biopsi awal kemungkinan tumor bisa terlewatkan, kemudian tumbuh dan baru terdeteksi saat dilakukan biopsi tindak lanjut. Obesitas perlu mendapat perhatian karena merupakan faktor penting dalam tindak lanjut setelah menjalani biopsi kanker prostat jinak.

Penelitian ini mengkaji adanya hubungan yang kuat antara obesitas dan kanker prostat ketimbang penelitian sebelumnya. Risiko kanker prostat meningkat karena akibat populasi yang diteliti merupakan kelompok yang berisiko tinggi menjalani pengetesan kanker.

Obesitas kerap dikaitkan dengan peningkatan risiko berbagai kanker, seperti kanker usus besar, esofagus, ginjal, rektum, kanker payudara, dan kanker empedu.

Selain itu, sudah lama diketahui bahwa obesitas atau kegemukan menjadi pemicu berbagai penyakit berbahaya seperti stroke, diabetes, hipertensi,, dan serangan jantung.