Pria Ini Menceraikan Istrinya Gara-Gara Didiagnosa Terkena Kanker Payudara

DokterSehat.Com – Salah satu penyakit yang paling ditakuti oleh kaum hawa di seluruh dunia adalah kanker payudara. Bagaimana tidak, penyakit ini termasuk cukup sulit untuk disembuhkan dan memberikan resiko meninggal dunia yang cukup tinggi. Banyak orang yang menderita penyakit ini bahkan harus menghabiskan banyak uang dan melakukan berbagai macam pengobatan dalam waktu yang lama demi mendapatkan kesembuhan.

doktersehat-menstruasi-payudara-sakit-galaktorea

Tak hanya melakukan berbagai terapi agar bisa sembuh, pakar kesehatan menyebutkan bahwa dukungan dari keluarga atau orang-orang terdekat bisa memberikan pengaruh besar bagi kesembuhan penderita kanker payudara. Sayangnya, apa yang terjadi pada wanita asal Thailand ini sungguh mengenaskan. Bukannya mendapatkan dukungan dan semangat karena menderita penyakit ini, Ia justru diceraikan oleh suaminya yang tak ingin ikut merasakan penderitaan dan perjuangan mengatasi kanker payudara ini.

Wiramon Inthaneth masih berusia 36 tahun tatkala didiagnosis terkena kanker payudara stadium 3. Tatkala memberitahukan kabar buruk ini pada suaminya, Ia berharap akan mendapatkan dukungan baik lahir maupun batin agar bisa sembuh dari penyakit ini. Namun, reaksi dari suaminya sungguh di luar dugaan. Ia langsung menceraikannya dan mengembalikan ibu satu anak ini ke ayahnya begitu saja. Wiramon mengaku sangat terpukul dengan sikap suaminya ini.

Melihat anaknya menderita karena penyakit ini, ayah Wiramon tentu saja langsung menerima anaknya dan berusaha untuk membantunya mendapatkan kesembuhan. Sayangnya, profesinya yang hanya supir taksi dengan pendapatan pas-pasan membuatnya kesulitan untuk memberikan obat-obatan atau terapi yang bisa menyembuhkan anaknya.

Kini, Wiramon hanya mendapatkan pengobatan yang sederhana sehingga kondisinya masih cukup parah. Beruntung, ada beberapa orang yang mau peduli pada kondisinya sehingga ikut membantunya agar bisa mendapatkan kesembuhan dan kembali bisa merawat anaknya seperti sedia kala.