Pria Gay Tidak Diperbolehkan Mendonorkan Darah Terkait Penembakan di Orlando

DokterSehat.Com – Masih segar di berbagai media tentang berita penembakan sadis yang menimpa klub malam di Orlando, Amerika Serikat. Penembakan ini sendiri menewaskan 49 orang dan melukai puluhan orang lainnya. Melihat adanya fakta ini, banyak orang yang kemudian berbondong-bondong mendonorkan darahnya untuk membantu menyelamatkan korban yang masih hidup. Namun, kemudian ada muncul dari kalangan pria gay yang dikabarkan ditolak oleh petugas medis untuk melakukan donor darah. Apa yang terjadi?

doktersehat-hiv-aids-antibodi-obat

Sebelumnya, akun twitter penyanyi terkenal yang merupakan pria gay, Ricky Martin, memprotes keras larangan pria gay untuk mendonorkan darahnya bagi korban penembakan di Orlando. Berita ini pun menjadi viral karena banyak pria gay lainnya yang ikut memprotes kebijakan yang sama. Namun Food and Drug Administration (FDA) Amerika Serikat, menyebutkan jika memang sudah ada aturan yang jelas untuk melarang pria gay melakukan donor darah karena adanya resiko kesehatan penularan penyakit berbahaya.

FDA menyebutkan jika pelarangan ini ditujukan agar para pasien yang mendapatkan bantuan donor darah tidak tertular beberapa penyakit berbahaya, khususnya yang berupa penyakit AIDS. Menurut FDA, pria gay memiliki resiko besar memiliki penyakit ini sehingga muncullah larangan ini. Apalagi diketahui jika darah yang berasal dari satu orang bisa dipakai hingga tingga orang pasien. Pakar kesehatan pun mengkhawatirkan penularan penyakit yang cukup besar jika pelarangan ini dicabut.

American Red Cross pun menunjukkan sebuah kasus yang terjadi pada tahun 2010 dimana seorang pria gay mendonorkan darahnya dua kali pada tahun 2008. Hasilnya adalah, darah yang didonorkan ternyata sudah mengidap virus HIV dan pasien yang menerima darahnya untuk transplantasi ginjal pada akhirnya juga ikut tertular penyakit mengerikan ini. Hal inilah yang mendasari pelarangan pria gay tidak diperkenankan lagi untuk melakukan donor darah.