Pria Asal Korea ini Meninggal Dunia Akibat Makan Katak

DokterSehat.Com – Tak hanya masyarakat tanah air, masyarakat Korea ternyata juga suka mengkonsumsi daging katak. Di tanah air sendiri, daging katak masih menjadi kontroversi untuk dikonsumsi. Tak hanya soal halal atau haram, bentuk katak yang dianggap menjijikkan membuat cukup banyak orang yang menganggap daging katak sebaiknya tidak dikonsumsi.

doktersehat-rumah-sakit-emergensi-darurat

Di Korea sendiri, baru-baru ini muncul kasus yang cukup menghebohkan dimana seorang pria yang berasal dari kota Daejeon meninggal dunia setelah makan katak. Sebelumnya, pria ini bersama dengan teman-temannya berhasil menangkap katak di sebuah waduk di salah satu kota terbesar di Korea tersebut. Pria yang berusia 57 tahun namun tidak diketahui namanya ini ternyata tidak tahu jika katak yang kemudian dimasak ini ternyata termasuk dalam jenis katak beracun. Ia justru menganggap katak ini sebagai katak jenis bullfrog yang memang kerap dijadikan makanan lezat di Negeri Ginseng tersebut.

Setelah mengkonsumsi daging katak tersebut, pria ini pun segera mengalami muntah-muntah yang cukup parah sehingga segera dilarikan ke rumah sakit. Sayangnya, keesokan harinya sang pria akhirnya meninggal dunia.

Dilansir dari media setempat Yonhap, diketahui bahwa polisi menemukan kandungan bufotenin pada sisa makanan yang dikonsumsi oleh pria ini. Sebagai informasi, bufotenin adalah sejenis racun yang ada dalam katak. Dari kelima katak yang ditangkap, diketahui bahwa beberapa diantaranya ternyata adalah yang memiliki kandungan racun bufotenin dan sayangnya bentuknya memang mirip dengan jenis katak bullfrog yang bisa dimakan. Tak hanya pria ini, rekan-rekannya juga sebenarnya mengalami gejala keracunan namun mereka cukup beruntung karena bisa bertahan hidup.

Pakar kesehatan dr. Fajar Pradhana Putra menyebutkan bahwa andai kita keracunan makanan, ada baiknya kita segera mengkonsumsi susu yang diyakini bisa mengikat racun dan menurunkan efek keracunan tersebut. Setelahnya, kita biasanya akan muntah lagi namun racun yang menyebabkan keracunan ini akan ikut terbuang dengan muntahan tersebut. Setelahnya, kita bisa segera meminta bantuan tenaga medis atau dokter agar bisa mendapatkan obat atau penanganan medis yang tepat.