Prevalensi HIV pada Pria Gay dan Biseksual 1 Banding 5

DokterSehat.Com – Satu dari lima pria biseksual / gay di 21 kota di Amerika Serikat memiliki infeksi HIV – dan hampir setengah penderitanya tidak menyadari hal itu, ungkap temuan dari CDC. Pria gay / pria biseksual di bawah 30 tahun / pria kulit hitam dewasa cenderung untuk mengetahui infeksi HIV mereka secara terlambat. Temuan menunjukkan bahwa tingkat infeksi HIV meningkat tinggi di antara pria gay dan biseksual menurut data pusat CDC untuk HIV / AIDS, hepatitis virus, STD, dan pencegahan TB.  Jumlah infeksi HIV baru setiap tahun meningkat antara laki-laki yang berhubungan seks dengan laki-laki sedangkan pada kelompok lain justru  stabil atau menurun, dan hampir 1 juta orang hidup dengan HIV di Amerika Serikat.

doktersehat-hiv-aids-antibodi-obat

Untuk mendapatkan angka-angka ini, tim CDC mengunjungi bar, klub dansa, dan tempat-tempat lain yang sering dikunjungi oleh laki-laki gay dan biseksual di 21 kota dengan jumlah tertinggi kasus AIDS. Mereka mewawancarai 8.153 mengidentifikasi diri pria gay dan biseksual yang setuju untuk menjalani tes HIV.  Langkah ini merupakan suatu cara mudah yang dapat ditiru oleh para medis maupun masyarakat di Indonesia untuk pendataan secara aktif.

Temuan:

  • 19% dari orang-orang dinyatakan positif HIV, virus yang menyebabkan AIDS.
  • 28% orang dari ras hitam, 18% dari Hispanik, dan 16% dari orang kulit putih dinyatakan positif HIV.
  • 44% dari orang-orang yang dinyatakan positif HIV telah menyadari infeksi mereka.
  • 59% orang kulit hitam, 46% dari Hispanik, dan 26% dari pria kulit putih yang dinyatakan positif HIV tidak menyadari infeksi mereka.
  • 63% dari HIV-positif adalah laki-laki usia 18-29 tahun dan tidak menyadari infeksi mereka.

Penelitian menunjukkan bahwa laki-laki HIV-positif yang tahu mereka terinfeksi jauh lebih kecil kemungkinannya untuk menularkan infeksi tersebut ke pasangan seksual mereka. Untuk alasan ini, CDC menggandakan upaya untuk mempromosikan tes HIV di kalangan pria gay dan biseksual.

Baca Juga:  Perlukah Vaksinasi DBD Andai Kita Sudah Pernah Terkena Penyakit Ini?

CDC merekomendasikan tes skrining HIV rutin untuk semua orang usia 13 – 64 tahun. Pria yang berhubungan seksual  dengan sesama  laki-laki – apakah mereka mengidentifikasi diri mereka sebagai gay atau biseksual – harus memiliki tes HIV setidaknya sekali setiap tahun. Pria yang memiliki pasangan seks laki-laki beberapa orang atau tidak tahu pasangannya harus mendapatkan tes HIV setiap tiga sampai enam bulan sekali.

Banyak pria tidak dites dan diuji ulang karena mereka takut apa yang akan mereka temukan. Mencari tahu Anda memiliki HIV memang sulit, tapi tidak tahu status HIV bahkan lebih buruk lagi akan menempatkan kehidupan Anda dan kehidupan orang lain dalam risiko penularan HIV.

Pada generasi baru pemimpin komunitas gay untuk berbuat perlu  lebih banyak untuk pencegahan HIV. Dan ia mengatakan setiap warga Amerika dapat melakukan lebih.

Namun, kendala pada masyarakat adalah stigma masyarakat itu sendiri, yaitu para penentang homoseksual.  Homofobia dan diskriminasi juga dapat menjadi halangan pria gay dan biseksual untuk mencari bantuan dan menerima pemeriksaan HIV dalam hal layanan pencegahan, pengujian, dan perawatan.

Laporan CDC yang muncul pada edisi 24 September dari MMWR Morbidity and Mortality Weekly Report – publikasi yang sama yang pada tahun 1981 dilaporkan, pada lima pria gay, kasus pertama penyakit ini kemudian diberi nama AIDS.