Post Power Syndrome Yang Banyak Diderita Orang Tua

DokterSehat.ComPost power syndrome adalah sebuah gangguan psikologis yang dialami oleh seseorang yang biasanya masih terbayang-bayang dengan berbagai hal hebat dan besar yang pernah dilakukan sebelumnya. Hal-hal ini masih sering terpikirkan sehingga akan membuat penderitanya akan kesulitan untuk menerima realita hidup di masa sekarang. Post power syndrome kerap didapatkan oleh para orang tua, khususnya orang tua yang memiliki karir, jabatan, atau bahkan pengalaman hebat saat masih dalam usia yang aktif sehingga saat mereka kini hidup di masa pensiun yang kurang begitu menyenangkan dan cenderung membosankan, mereka kurang bisa menerima realita ini.



Penderita post power syndrome biasanya terlihat dengan kondisi kesehatan orang tua yang cenderung selalu lesu dan terlihat kurang baik. Kondisi kesehatan tubuh yang kurang baik ini disebabkan oleh kecenderungan penderita post power syndrome yang memiliki emosi negatif dan mudah tersinggung jika diberitahu oleh orang lain. Mereka yang dulunya berperan sebagai pemimpin juga akan kesulitan untuk menerima pendapat orang lain yang berbeda dengan dirinya dan bisa menarik diri dari lingkungan sosial. Penderita post power syndrome juga kerap berbicara tentang kehebatan masa lalu dan cenderung akan mudah menyerang pendapat yang dikeluarkan orang lain. Jika Ia ingin marah, maka Ia tidak akan ragu-ragu mengeluarkannya meskipun berada di tempat umum. Singkat kata, penderita post power syndrome lebih sering terjadi pada mereka yang selalu ingin dihargai dan dihormati sebagaimana saat mereka masih aktif dan memilliki jabatan pada usia produktif dan tidak bisa menerima posisinya yang kini sudah pensiun dan tidak memiliki kekuasaan atau kehormatan sebagaimana waktu dulu masih muda.

Penderita post power syndrome sebenarnya bisa disembuhkan jika diberi pendekatan yang halus oleh keluarganya. Anggota keluarga lain bisa memberikan banyak pendapat yang baik pada penderita post power syndrome dimana saat usia tua atau masa pensiun sebaiknya lebih menikmati waktu bersama keluarga dan lebih mendekatkan diri ke Tuhan alih-alih membicarakan kejayaan masa lalu. Keluarga yang baik biasanya akan menerima kondisi apa adanya dari orang tua asalkan bisa saling mengerti dan saling menghargai sehingga jika masih menginginkan penghargaan atau penghormatan layaknya saat masa lalu pun justru bisa menyebabkan hubungan keluarga yang lebih renggang dan justru akan membuat penderita post power syndrome semakin menderita di masa tuanya.

Baca Juga:  Teriakan Orang Tua Berpengaruh Buruk Pada Mental Anak