Polusi Udara Ternyata Membunuh Lebih Banyak Orang Dari Yang Kita Kira

DokterSehat.Com – Perkembangan jaman telah membuat orang kini semakin mudah untuk berpindah dari satu tempat ke tempat lain dengan cepat. Kendaraan bermotor telah menjadi solusi utama transportasi manusia untuk berbagai keperluan. Sayangnya, dibalik kemudahan yang telah dinikmati manusia dengan peralatan transportasi modern ini, kita juga menikmati dampak buruk berupa semakin meningkatnya polusi udara. Banyak dari kita yang berpikir jika polusi udara hanya akan membuat masalah kecil bagi saluran pernafasan kita. Padahal, dalam realitanya polusi udara juga bisa sangat mematikan di seluruh dunia.

doktersehat-cedera-paru-efusi-pleura

Studi yang dilakukan oleh Jos Leleiveld dari Max Planck Institue for Chemistry dari Negara Jerman menyebutkan jika di dunia sendiri setidaknya telah terjadi 3 juta kematian per tahun yang disebabkan oleh polusi udara yang parah. Yang mengerikan adalah, ¾ dari jumlah kematian per tahun ini berasal dari negara Asia, dimana banyak warganya yang masih memilih memakai transportasi pribadi layaknya di Indonesia. Penyebab kematian mendadak karena polusi udara ini 75 persennya adalah karena stroke dan serangan jantung, namun, kedua penyakit ini justru berkaitan erat dengan paparan polusi udara yang tinggi setiap hari.

Di China sendiri, tercatat dalam satu tahun ada 1,4 juta warganya meninggal dunia karena polusi udara yang sangat parah di negara tersebut dalam beberapa tahun belakangan ini. Selain itu, di India sendiri setidaknya ada 650.000 setiap tahunnya yang meninggal karena alasan yang sama. Selain karena emisi kendaraan bermotor, pakar kesehatan juga menemukan fakta dimana banyaknya masyarakat yang masih kurang memahami teknik pembakaran dengan kayu atau batu bara menjadi penyebab kematian terbesar pada negara-negara tersebut. Hanya saja, jangan lupakan pula peran polusi udara dari industri yang memenuhi udara perkotaan dan dihisap oleh banyak orang.

Baca Juga:  Penelitian: Vitamin D Sepertinya Mampu Menurunkan Gejala Asma

Yang menjadi masalah adalah, manusia kini semakin cenderung berpindah ke arah kota besar dimana polusi udara justru kerap terjadi dengan level yang sangat parah. Pakar kesehatan sendiri memperkirakan jika pada tahun 2050 akan ada 4,3 juta orang yang meninggal dini karena polusi udara luar ruangan yang semakin parah di area perkotaan.