Polusi Udara Ternyata Bisa Berimbas Buruk Pada Reproduksi Wanita

DokterSehat.Com – Bagi mereka yang tinggal di area kota besar, polusi udara adalah hal yang sangat wajar untuk ditemui. Baik itu dari gas buang kendaraan bermotor yang biasanya sudah sangat parah, polusi rumah tangga atau dari gas buang dunia industri juga sering kita hirup setiap hari. Biasanya, pakar kesehatan mengaitkan polusi udara ini dengan munculnya penyakit pada saluran pernafasan. Namun, kali ini pakar kesehatan menyebutkan bahaya polusi udara bagi kaum hawa, yakni bagi kesehatan reproduksinya. Seperti apakah bahaya tersebut?

doktersehat-kista-kanker-ovarium-Kanker-Amenore-Siklus-Menstruasi-yang-Terhenti-rahim

Dokter spesialis Obygin bernama dr. Ridwan Mahmuddin berkata bahwa polusi udara ternyata memiliki kemampuan untuk menumbuhkan kista endometriosis, salah satu masalah kesehatan wanita yang bisa berpengaruh buruk bagi kesuburannya. Munculnya endometriosis ini disebabkan oleh adanya radikal bebas yang memang banyak terdapat dalam polusi udara. Memang, polusi udara bukanlah menjadi penyebab utama dari munculnya kista endometriosis ini mengingat ada cukup banyak faktor lainnya, namun, tetap saja polusi udara ini memiliki peran dalam menyebabkan penyakit khas kaum hawa tersebut.

Endometriosis sendiri bisa terbentuk karena darah menstruasi justru memasuki lagi saluran telur sehingga menimbulkan adanya gumpalan. Namun, adanya radikal bebas yang bisa ditemukan di dalam polusi udara juga berperan besar dalam mempercepat pembentukan kista. Jika wanita sedang dalam fase penurunan daya tahan tubuh, maka mereka pun akan lebih mudah dimasuki oleh radikal bebas yang ada dalam polusi udara tersebut.

Dr. Ridwan melanjutkan bahwa dengan adanya kista endometriosis, maka kaum hawa pun juga mengalami penurunan kualitas sel telur pada rahimnya. Hal ini membuat sel telur tidak mudah dibuahi atau andaipun berhasil, resiko terkena keguguran juga cukup tinggi. Karena alasan inilah ada baiknya kaum hawa lebih baik dalam menangkal berbagai polusi udara setiap hari.