Polusi Udara Bisa Berakibat Buruk Bagi Darah

DokterSehat.Com – Kita tentu telah sering mendengar begitu banyak dampak buruk dari polusi udara bagi kesehatan tubuh. Sayangnya, polusi udara telah menjadi bagian dari kehidupan banyak orang, khususnya yang tinggal atau beraktifitas di kota besar. Selain yang berasal dari gas buang kendaraan, polusi udara juga bisa berasal dari banyak hal, layaknya dari gas buang industri atau bahkan dari urusan rumah tangga. Biasanya, paparan polusi udara akan memberikan masalah yang besar bagi saluran pernafasan. Namun, pakar kesehatan kini justru menemukan ada fakta baru yang sangat mengerikan dimana polusi udara ternyata juga bisa berimbas buruk bagi darah di dalam tubuh.

doktersehat-polusi-udara-ginjal

Sebuah penelitian yang dilakukan di Harvard School of Public Health menyatakan bahwa jika seseorang telah menghirup banyak sekali udara kotor, maka tubuh pun beresiko mengalami pembekuan darah dan bisa memicu penyumbatan pada pembuluh darah. Kondisi ini bisa sangat mematikan jika tidak ditangani dengan benar. Debu partikulat, semacam senyawa kimia yang banyak ditemukan pada gas buangan asap kendaraan yang berasal dari bahan bakar fosil ternyata bisa memicu munculnya thrombosis pada pembuluh vena dalam atau yang disebut sebagai DVT. Kondisi ini bisa memicu penggumpalan darah yang sangat berbahaya. Penelitian juga menunjukkan bahwa debu partikulat ini ternyata berkaitan erat dengan meningkatnya resiko penyakit jantung dan stroke. Jika penggumpalan atau pembekuan darah terjadi pada area kaki, penggumpalan ini bisa berpindah ke bagian paru-paru dan bisa memicu munculnya penyakit emboli paru-paru yang juga mematikan.

Mereka yang terpapar debu partikulat setidaknya 10 mikrogarm per meter persegi ternyata memiliki resiko lebih besar 70 persen terkena masalah DVT atau pembekuan darah. Padahal, kita sendiri tahu bahwa paparan asap gas buang kendaraan di jalan-jalan perkotaan Indonesia sangatlah parah dan tidak baik. Untuk menghindari hal ini, kita tentu harus membiasakan memakai masker yang standar sehingga kita pun tidak menghirup terlalu banyak gas buang beracun atau polusi udara lainnya.