Pola Makan Modern Picu Kanker Kolorektal

DokterSehat.com – Seberapa tahu Anda mengenai kanker kolorektal? Istilah kanker kolorektal berkait dengan organ kolon (usus besar) dan usus rectum (pembuangan akhir). Kanker kolon (usus besar) dan usus pembuangan akhir mempunyai banyak persamaan. Oleh karena itu, acapkali secara bersamaan disebut dengan istilah kanker kolorektal.



Kanker kolorektal adalah jenis kanker terbesar ke 3 dunia dilihat dari jumlah penderitanya. Sementara ditinjau dari penyebab kematian, kanker kolorektal menduduki peringkat nomor dua dunia, yang mana faktor usia juga turut berperan. WHO memperkirakan bahwa ± tujuh ratus ribu orang meninggal dunia akibat kanker kolorektal per tahun.

Pada umumnya, risiko terjangkitnya penyakit kanker kolorektal cenderung meningkat tajam pasca usia 50 sampai 55 tahun. Salah satu upaya preventif yang dapat dilakukan adalah dengan menerapkan pola makan sehat.

Fiastuti Witjaksono, pakar Gizi dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, mengungkapkan bahwa faktor preventif memegang peranan penting dalam upaya pengendalikan penyakit kanker kolorektal.

Menurutnya Fiastuti Witjaksono, salah satu penyebab utama kanker kolorektal adalah kelebihan asupan makanan dan pola makan modern yang cenderung tinggi kadar garam, gula, dan lemak.

Lebih lanjut Fiastuti Witjaksono menjelaskan bahwa kolorektal sangat erat kaitannya dengan asupan makanan yang masuk ke tubuh. Asupan makanan dan minuman yang masuk dalam tubuh pasti melalui saluran pencernaan.

Masing-masing orang memang memiliki kebutuhan yang berbeda-beda. Namun, untuk menghindari jenis kanker mematikan ini akan lebih baik jika meminimalisir konsumsi makanan yang mengandung kolesterol tinggi seperti kuning telur, jeroan, dan seafood (selain jenis ikan).

Selain factor pola makan tidak sehat, pemicu lain penyakit kanker kolorektal adalah sedikitnya asupan vitamin serta mineral yang dibutuhkan tubuh.

Baca Juga:  Mengenal Penyakit Endometriosis

Deteksi dini

Dr. Paulus Simadibrata Sp PD , pakar gastrohepatologi menjelaskan bahwa kebanyakan kanker kolorektal bermula dari pertumbuhan sel yang adenoma, yang pada tahap stadium awal berbentuk kutil (polip).

Kutil bisa diangkat tetapi seringkali tidak memunculkan gejala apa-apa sehingga tidak bisa dideteksi dalam waktu lama dan dalam kondisi tertentu cukup berpotensi menjadi penyakit kanker.

Perlu diketahui bahwa kolorektal bisa menyebar keluar jaringan usus besar menuju bagian tubuh lain dan dapat menjalari seluruh bagian usus besar.

Beberapa faktor yang memicu timbulnya risiko kanker kolorektal antara lain adalah, konsumsi alkohol, berat badan berlebih, kekurangan asam folat, dan konsumsi garam. Kanker kolorektal juga bisa menyerang siapa saja tanpa kecuali. Jumlah komposisi penderita pria dan wanita terhitung sama banyaknya.