Pneumonia Mengintai Anak Anda

DokterSehat.Com – Pneumonia adalah istilah medis yang menggambarkan sebuah penyakit pada paru-paru yang dapat terjadi ringan hingga serius dan mengancam nyawa, pneumonia paling serius jika terjadi pada bayi dan anak-anak, orang tua diatas usia 65, dan orang-orang dengan masalah kesehatan yang mendasarinya atau sistem kekebalan tubuh yang lemah.

14

Berdasarkan data Departemen Ilmu Kesehatan Anak FKUI-RSCM setidaknya ada 416 anak per hari atau 1 anak setiap 4 menit yang meninggal akibat pneumonia, angka tersebut tentu saja merupakan angka yang besar untuk sebuah penyakit.

Penyakit yang banyak menyerang anak-anak ini menjadi perhatian dunia karena disebut sebagai penyakit yang mematikan. Menurut data UNICEF pada tahun 2012, ada sekitar 14% atau 21 ribu anak meninggal karena pneumonia.

Lalu apa itu sebenarnya pneumonia? Pneumonia tergolong penyakit Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA). Penyakit ini dipicu oleh berbagai mikroorganisme terutama bakteri dan virus pada saluran pernafasan dan jaringan paru. Pneumonia paling sering merupakan gejala komplikasi dari batuk dan pilek yang lama. Karena lama, kumannya akan turun ke bawah dan kemudian masuk ke paru-paru.

Masa inkubasi pneumonia sendiri tergantung penyebabnya. Kalau karena bakteri, membutuhkan waktu yang agak lama berkisar dua minggu untuk batuk dan pilek, baru kemudian akan komplikasi ke pneumonia. Tetapi kalau karena virus, memakan waktu lebih cepat, sekitar 3 – 7 hari, bisa komplikasi ke pneumonia.

Beberapa studi melaporkan bahwa pada anak usia 2 bulan sampai 5 tahun bakteri utama penyebab pneumonia adalah Streptococcus Pneumoniae (S. pneumoniae), Hemophilus influenzae tipe b (Hib), dan Staphilococcus aureus (S. aureus).

Kuman penyebab pneumonia bisa berupa bakteri atau virus yang mencapai paru-paru dengan berbagai cara. Sebagai contoh, kuman yang berada di udara kotor lalu terhirup hidung dan tenggorokan sampai ke paru-paru dan akhirnya akan terjadi infeksi. Selain itu, bayi yang baru lahir merupakan kelompok paling rawan dan rentan tertular pneumonia dari Ibu nya melalui jalan lahirnya saat proses persalinan.

Baca Juga:  Buat Perokok Waspada Beberapa Penyakit Ini

Gejala

Gejala utama pneumonia adalah panas tinggi, sesak nafas, suara paru-parunya berat, dan berdahak banyak. Tapi pneumonia tidak selalu merupakan komplikasi dari batuk dan pilek yang lama. Pneumonia bisa saja terjadi karena komplikasi dari morbili atau campak. Karena gejalanya yang mirip batuk dan pilek, banyak orang tua yang mengabaikannya sehingga infeksi semakin parah dan akhirnya menyebabkan kematian.

Cara paling mudah untuk mengenali apakah anak Anda terserang pneumonia adalah dengan cara menghitung nafasnya setiap 1 menit dengan acuan sebagai berikut :

  • Ciri anak yang usianya kurang dari 2 bulan, bila terserang pneumonia, maka nafasnya lebih cepat dari 60 kali per menit.
  • Jika usianya 2-12 bulan, maka nafasnya lebih cepat dari 50 kali per menit.
  • Sedangkan jika usianya 1-5 tahun, nafasnya lebih cepat dari 40 kali per menit.

Anda bisa melakukan penghitungan nafas di rumah untuk mengetahui lebih dini apakah si kecil mengalami nafas cepat atau tidak. Jika memang benar, segera larikan anak Anda ke dokter untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut. Walaupun termasuk penyakit berat, Anda tidak perlu terlalu khawatir karena pneumonia merupakan penyakit yang bisa disembuhkan. Jadi, jika penanganannya dilakukan dengan cepat dan tepat, maka pasien pneumonia akan dapat tertolong dan selamat dari kematian.