PMS Ternyata Beresiko Menyebabkan Hipertensi

DokterSehat.Com – Kaum hawa tentu akan terbiasa dengan datangnya tamu bulanan berupa siklus menstruasi yang bisa sangat menggangu dan membuat tubuh tidak nyaman. Meskipun begitu, siklus menstruasi yang lancar tentu akan selalu ditunggu-tunggu oleh wanita mengingat kondisi ini bisa menjadi tanda keadaan tubuh yang baik atau sehat. Sayangnya, dalam beberapa kasus, wanita bisa mengalami sindrom pramenstruasi atau yang kerap disebut sebagai PMS dimana wanita bisa mengalami beberapa gangguan kesehatan menjelang siklus menstruasi tiba. Selain memberikan rasa tidak nyaman dan nyeri, PMS ternyata juga beresiko membuat tubuh mengalami hipertensi atau tekanan darah tinggi.

doktersehat-sakit-peut-mens

Sebuah penelitian yang dilaporkan oleh American Journal of Epidemiology mempelajari kaitan sindrom PMS dengan masalah tekanan darah tinggi pada wanita muda. Peneliti menemukan fakta dimana kondisi PMS pada tubuh ternyata berkaitan erat dengan masalah hipertensi. Sebagai contoh, kondisi PMS bisa memicu masalah pada sistem renin-angiotensin aldosteron, sebuah hormon yang memiliki peran besar menjaga keseimbangan volume darah, natrium, hingga penyempitan pada arteri. Penelitian yang melibatkan wanita berusia dewasa dari 25 hingga 42 tahun ini menunjukkan jika wanita yang mengalami gejala PMS yang sangat buruk dan nyeri ternyata akan beresiko mendapatkan penyakit tekanan darah tinggi lebih dari 40 persen selama 20 tahun kehidupannya.

Wanita yang memiliki usia di bawah 40 tahun ternyata memiliki resiko terkena masalah hipertensi sangat tinggi karena PMS yang buruk. Bahkan, resiko terkena hipertensi ini bisa mencapai tiga kali lipat jika dibandingkan dengan wanita yang mengalami menstruasi dengan lancar. Wanita yang beresiko terkena hipertensi biasanya mengalami masalah PMS berupa nyeri pada perut, rasa pegal, pusing-pusing, hingga suasana hati yang sangat tidak menentu.

Baca Juga:  Manfaat Makan Bersama Keluarga

Untuk mengatasi resiko terkena masalah hipertensi, pakar kesehatan menyarankan wanita untuk sebisa mungkin mengurangi gejala PMS dengan melakukan diet sehat dan pola makan yang lebih baik yang diiringi dengan olahraga yang teratur. Jika diperlukan, wanita yang sedang mengalami siklus menstruasi juga sebaiknya mengkonsumsi vitamin B tiamin dan riboflavin sehingga resiko terkena gangguan PMS bisa menurun hingga 25-35 persen.